SIJUNJUNG, METRO— Bupati Sijunjung, Benny Dwifa menyampaikan bahwa, rencana pengembalian transfer ke daerah (TKD) untuk kabupaten/kota di Sumbar akan difokuskan ke perbaikan infrastruktur, terutama pasca bencana termasuk di Sijunjung.
Meskipun TKD tidak jadi dilakukan pemotongan oleh pemerintah pusat namun peruntukkan, regulasi dan teknis penggunaan TKD sudah ada ketentuannya.
Hal itu disampaikan Bupati Sijunjung Benny Dwifa saat menggelar buka puasa bersama dengan sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Sijunjung. Pada Sabtu (28/2), di Rumah Dinas Bupati.
“Pengembalian TKD difokuskan pada pembangunan infrastruktur, terutama yang terdampak bencana seperti perbaikan jalan, jembatan, irigasi, drainase dan infrastruktur lainnya,” tutur Bupati.
Hal itu menegaskan bahwa, penggunaan TKD untuk kegiatan operasional atau dialihkan fungsikan tidak bisa dilakukan. “Kita masih bersyukur, dengan demikian fokusnya adalah pembenahan infrastruktur yang ada di nagari dan kecamatan,” terangnya.
Pihaknya mengatakan, dengan kondisi efisiensi saat ini menjadikan ruang gerak pembangunan yang bisa dilakukan Pemkab sangat terbatas.
“Karena kondisi keuangan kita sangat terbatas. Bagi daerah yang punya PAD besar, ini tidak terlalu berpengaruh. Beda dengan kita di Sijunjung,” ungkap Benny.
Upaya peningkatan PAD terus dikebut, namun Pemkab Sijunjung tidak menargetkan pajak atau menaikkan PBB atau sejenisnya.
“Kalau PAD dibebankan ke pajak, PBB dan sejenisnya maka akan jadi beban dan masalah bagi masyarakat. Maka dari itu kami fokuskan ke sektor-sektor lain untuk terus mendorong pendapatan daerah,” sebutnya
Bupati Sijunjung itu juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada media yang bertugas di Sijunjung. “Kami berterima kasih dan apresiasi kepada kawan-kawan yang masih tetap memberitakan program dan kemajuan sijunjung, meski kondisi efisiensi saat ini,” tuturnya. (ndo)





