AGAM/BUKITTINGGI

Orang Tua Wajib Dampingi, Bukittinggi Luncurkan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah untuk Siswa SD dan SMP

3
×

Orang Tua Wajib Dampingi, Bukittinggi Luncurkan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah untuk Siswa SD dan SMP

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, METROPemerintah Kota Bukittinggi resmi meluncurkan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah Murid Didampingi Orang Tua sebagai bagian dari implementasi program unggulan Surau Gemilang. Peluncuran dilakukan oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, di Masjid Agung Tangah Sawah, Sabtu (28/2).

Dalam sambutannya, Ibnu Asis menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam menyukseskan gerakan tersebut. Menurutnya, program ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pembinaan karakter generasi muda di Kota Bukittinggi.

“Gerakan Shalat Subuh Berjamaah ini menjadi upaya membangun karakter dan kedisiplinan anak sejak dini. Kehadiran orang tua mendampingi anak ke masjid atau mushola adalah investasi masa depan yang sangat berharga,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan tersebut selaras dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, seperti membiasakan bangun pagi, rajin beribadah, disiplin belajar, hingga menghormati orang tua. Nilai-nilai ini dinilai penting sebagai fondasi pembentukan generasi yang tangguh dan berakhlak.

Baca Juga  Ketua DPRD Minta Wali Nagari menjadi Publik Figur

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Surau Gemilang. Program tersebut melibatkan seluruh siswa SD dan SMP se-Kota Bukittinggi.

Pelaksanaannya tersebar di sekitar 172 masjid dan mushalla di berbagai wilayah kota, menyesuaikan dengan domisili para siswa. Dengan demikian, pembinaan karakter tidak hanya terpusat di sekolah, tetapi juga diperkuat melalui lingkungan terdekat anak.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan berkelanjutan untuk membangun karakter generasi muda. Nilai pendidikan harus dipraktikkan di rumah dan diperkuat lingkungan. Anak-anak dibiasakan bangun lebih awal, beribadah, serta berinteraksi dengan orang tua dan masyarakat,” jelas Albertiusman.

Baca Juga  Lima Hari Tak Dapat Air Bersih, Warga Bukik Cangang Mengadu ke Dewan

Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Masjid dan mushalla yang menjadi lokasi kegiatan akan difungsikan sebagai pusat pembinaan siswa melalui berbagai aktivitas keagamaan dan sosial.

Kehadiran orang tua yang mendampingi anak dinilai tidak hanya memperkuat kedisiplinan, tetapi juga mempererat hubungan keluarga. Pendekatan ini diharapkan mampu menyelaraskan nilai-nilai yang diperoleh anak di sekolah dengan praktik kehidupan sehari-hari di rumah dan lingkungan masyarakat.

Ke depan, Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen menjadikan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah sebagai agenda berkelanjutan dalam rangka membentuk generasi yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. (pry)