METRO BISNIS

Rektor Universitas Metamedia DukungPolda Sumbar Jaga Toleransi dan Kerukunan

2
×

Rektor Universitas Metamedia DukungPolda Sumbar Jaga Toleransi dan Kerukunan

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO— Rektor Universitas Metamedia, Yossyafra, ST., M.Eng. Sc., Ph.D menyatakan menolak paham radikalisme, into­leransi dan terorisme, yang berpotensi mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami mendukung Polda Sumbar untuk menjaga tole­ransi dan kerukunan , demi mencegah radikalisme dan intoleransi di lingkungan akademik,” ungkap Yossyafra usai pertemuan silaturahmi dengan perwakilan Polda Sumbar.

Yossyafra menambahkan, paham radikal tidak ha­nya berpotensi menyusup kepada mahasiswa, tetapi juga para dosen. Pasalnya, berdasarkan  hasil investigasi ada juga dosen dan guru yang terpapar paham radikal.

Baca Juga  Mitigasi Resiko Kebencanaan, BPBD Bersama PLN Gelar Pelatihan dan Simulasi Tanggap Darurat Bencana

“Jangan sampai mahasiswa terpengaruh paham radikal dan intoleransi. Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam mempertahankan negara ini, kampus harus bebas dari paham ra­dikalisme dan intoleransi,” tegas Yossyafra.

Menurut Yossyafra, ra­dikalisme merupakan bentuk paham atau ideologi yang bertentangan dengan pancasila, salah satu cirinya adalah sering menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan kelompoknya.

“Kami dari pihak kampus akan terus mengawal kegiatan para mahasiswa-mahasiswi Metamedia di lingkungan kampus, agar seluruh aktivitas dan kegiatan mahasiswa-mahasiswi kami jauh dari paham radikal, intoleransi dan terorisme. Kita harus terus bersatu untuk melawan paham-paham tersebut”, tegasnya.

Baca Juga  Gathering N-Max Rolling City: Tumbuhkan Keakraban sambil Edukasi

Untuk itu, Yossyafra, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menya­ring informasi di era digital agar tidak terjebak pada paham yang menyesatkan.

“Saya mengajak mahasiswa untuk menanamkan nilai moderasi beragama serta mengedepankan persatuan bangsa di tengah keberagaman. Saya berharap mahasiswa lebih bijak dalam bermedia sosial serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya,” pungkasnya. (*)