METRO PADANG

11 Ahli Waris Korban Banjir Bandang Dapat Santunan, Maigus Nasir: Bentuk Kehadiran Negara Di Tengah Duka

2
×

11 Ahli Waris Korban Banjir Bandang Dapat Santunan, Maigus Nasir: Bentuk Kehadiran Negara Di Tengah Duka

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN SANTUNAN KEMATIAN— Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir usai menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris korban banjir bandang dan tanah longsor, di rumah dinas Wali Kota Padang, Rabu (25/2).

A.YANI, METROPemerintah Kota Padang menyalurkan santunan kematian dari Kementerian Sosial RI kepada ahli waris korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025 lalu. Penyerahan santunan dilakukan di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (25/2).

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, usai menyerahkan santunan menekankan bahwa uang santunan ini bukanlah pengganti nyawa yang hilang, melainkan bentuk empati mendalam dari pemerintah.

“Ini adalah bentuk kehadiran negara. Kami berharap dana ini dimanfaatkan dengan bijak, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan biaya pendi­dikan untuk melanjutkan masa depan mereka,” tutur Maigus.

Masing-masing ahli waris menerima santunan tunai sebesar Rp15.000.000,- sebagai bentuk santunan duka bagi delapan jiwa korban di Kecamatan Koto Tangah dan tiga jiwa di Kecamatan Pauh.

Penyerahan santunan disaksikan langsung perwakilan Kemensos RI, Indra, serta Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya menyampaikan bahwa pendataan telah dilakukan sejak peristiwa banjir November tahun 2025 lalu. Ditegaskannya, sebelas penerima santu­nan hari ini merupakan warga asli Kota Padang. Sementara korban yang berasal dari luar daerah telah dikoordinasikan de­ngan pemerintah daerah setempat.

“Verifikasi dilakukan sangat ketat melibatkan OPD terkait hingga muncul data by name by address. Alhamdulillah, Kemensos menepati janji untuk men­cairkan santunan ini sebelum lebaran Idulfitri,” ujar Eri Sendjaya.

Ia juga menambahkan bahwa setelah tahap ini, pemerintah akan fokus pada bantuan penguatan sosial ekonomi bagi warga terdampak.

Salah satu penerima santunan, Ari Septiadi, yang kehilangan ibu dan adiknya, mengaku akan menggunakan bantuan tersebut untuk keperluan kuliahnya. “Rencananya akan ditabung dulu, sebagian untuk biaya kuliah yang sedang berjalan,” ungkapnya lirih.

Senada dengan Ari, Ibu Mintarsih, yang kehilangan suami dan anaknya dalam musibah tersebut, me­ngaku tidak menyangka akan mendapat perhatian hingga sebesar ini.

“Saya berterima kasih kepada RT hingga Camat yang membantu mengurus semuanya. Saat ini uang­nya belum tahu untuk apa, masih dalam suasana du­ka,” ucapnya.

Selain santunan duka, pemerintah tengah merampungkan  pemba­ngunan Hunian Tetap (Hun­tap) dan persiapan penyaluran dana jaminan hi­dup bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. (oza)