METRO SUMBAR

Dalam Penanganan Bencana, Sumbar Didorong Jadi Daerah Percontohan Nasional

1
×

Dalam Penanganan Bencana, Sumbar Didorong Jadi Daerah Percontohan Nasional

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah berfoto bersama usai bertemu dengan Kepala Bappenas/ Menteri PPN, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (24/2).

PADANG, METRO— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memper­kuat langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana, sekaligus mendorong Sumbar menjadi model nasional dalam penanganan bencana terintegrasi. Komitmen itu ditegaskan dalam pertemuan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Senin (23/2).

Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah menegaskan kepada Kepala Bappenas/ Menteri PPN, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, tentang pentingnya percepatan realisasi dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) di Sumbar, agar tidak kembali mengalami keterlambatan seperti pengalaman sebelumnya. “Kita tidak ingin proses rehab rekon tertunda sebagaimana musibah sebelumnya. Dokumen perencanaan harus segera direalisasikan agar masya­rakat bisa segera bangkit, untuk itu kita mohon dukungan dari Bappenas,” ujar Mahyeldi.

Ia menyampaikan, Pem­prov Sumbar telah menyurati pemerintah pusat terkait usulan percepatan realisasi serta penguatan dukungan kebijakan. Menurutnya, kedepan Sum­bar tidak bisa lagi hanya berfokus pada ancaman gempa dan tsunami, tetapi harus memperluas pendekatan mitigasi terhadap multi-bencana. ”Kita belajar bahwa risiko bencana di Sumbar sangat beragam. Karena itu, mitigasi harus menyeluruh, termasuk pe­ngua­tan tata ruang dan sistem peringatan dini,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menekankan pentingnya perhutanan sosial sebagai bagian dari strategi mitigasi ekologis. Komitmen menjadikan Sumbar sebagai green province dinilai sejalan dengan upaya pengurangan risiko bencana berbasis lingkungan. “Kelestarian hutan bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga bagian dari perlindungan masyarakat. Ini ikhtiar bersama untuk menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappenas/ Menteri PPN, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah percepatan yang diusulkan Pemprov Sumbar. Saat ini, Bappenas sedang menyusun rencana induk sebagai dasar pelaksanaan rehab rekon di daerah terdampak bencana.

Ia juga mengatakan, Bappenas mendorong penguatan early warning system serta memastikan ke­ter­hubungan antara peringatan dini dan aksi cepat di lapangan. “Bahkan kami berniat menjadikan Sumbar sebagai daerah percontohan model penanganan bencana,”ungkap Men­teri PPN, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy.

Selain itu, penguatan kelembagaan kebenca­naan­ seperti BPBD dan pusat studi kebencanaan di perguruan tinggi dinilai krusial. Integrasi teknologi modern dengan kearifan lokal, seperti sistem peringatan tradisional masya­rakat, juga akan diperkuat untuk kesiapsiagaan.

Senada dengan itu De­puti Bidang Pembangunan Kewilayahan, Dr.Ir. Me­drilzam mengatakan juga mengusulkan Sumbar sebagai daerah pilot pro­ject pengembangan satu data kebencanaan di Indonesia.

Menurutnya, satu data kebencanaan yang terintegrasi dan valid penting sebagai dasar kebijakan. “Ren­cananya, rehab rekon akan dimulai April 2026. Setelah masa tanggap da­rurat dan masa transisi berakhir,”ungkapnya.

Tahapan tersebut diharapkan berjalan sistematis tanpa mencampur­adukkan proses tanggap darurat dengan program pemulihan jangka menengah dan panjang.

Pertemuan itu juga mem­­bahas revisi tata ruang berbasis peta zona rawan bencana, penguatan sektor pertanian dan UMKM pascabencana, serta pengembangan eko­nomi berkelanjutan agar dampak sosial seperti peningkatan angka stunting dapat ditekan.  Dengan sinergitas pusat dan daerah yang semakin kuat, Sumbar diharapkan tidak hanya pulih dari bencana, tetapi juga tampil sebagai pro­vinsi yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan da­lam menghadapi berbagai risiko di masa depan. (fan)