SATU tahun pasca dilantik oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara pada 20 Februari 2025, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bersama Wakil Wali Kota Ibnu Asis mulai menapaki berbagai capaian pembangunan. Keduanya memimpin Kota Bukittinggi untuk periode 2025–2030 dengan mengusung visi Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan dan Berbudaya.
Memasuki tahun pertama kepemimpinan, sejumlah program unggulan telah direalisasikan lintas sektor. Di bidang pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggulirkan program Pendidikan Gemilang melalui pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Hingga akhir 2025, sebanyak 5.691 pelajar telah menerima bantuan seragam gratis, terdiri dari 3.195 siswa SD dan 2.496 siswa SMP. Program ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meringankan beban orang tua sekaligus memastikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak di Kota Bukittinggi.
Selain itu, program Surau Gemilang dan Generasi Gemilang turut diperkuat, termasuk peluncuran pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial bagi generasi muda. Pemerintah juga menggulirkan Bukittinggi 1001 Event Gemilang, bantuan bagi guru muda dalam penyusunan media pembelajaran, penelitian, short course, hingga persiapan peringatan 100 tahun Jam Gadang.
Di sektor pangan dan pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan menggelar Lomba Forikan Kota Bukittinggi 2025. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi ikan untuk kesehatan dan kecerdasan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Sementara itu, Dinas Sosial merealisasikan berbagai bantuan perlindungan sosial sepanjang 2025. Bantuan sembako bagi lansia diberikan sebanyak 105 paket senilai Rp102,7 juta lebih. Untuk penyandang disabilitas, disalurkan 280 paket sembako senilai Rp217,4 juta. Sebanyak 170 paket sembako untuk fakir miskin senilai Rp97,3 juta juga telah disalurkan.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan 24 unit kursi roda senilai Rp83,6 juta serta Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 280 penerima manfaat dengan total anggaran Rp403,4 juta.
Pada sektor kesehatan, Program Sehat Gemilang menjadi prioritas. Program ini menjamin pelayanan kesehatan berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat melalui skema Universal Health Coverage (UHC). Hingga Desember 2025, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Bukittinggi mencapai 98,37 persen.
Wali Kota Ramlan Nurmatias juga memberlakukan kebijakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi calon jemaah haji asal Bukittinggi. Selain itu, peningkatan layanan puskesmas dan RSUD terus dilakukan, termasuk kesiapsiagaan kegawatdaruratan dan peningkatan layanan kesehatan jiwa serta pencegahan penyalahgunaan Napza.
Program Ambulance Siaga 24 jam menjadi salah satu inovasi layanan kesehatan. Ambulans gratis melayani antar-jemput pasien dari rumah ke fasilitas kesehatan maupun rujukan dari puskesmas ke RSUD Bukittinggi, termasuk melalui dukungan bus trans antar-jemput pasien.
Di bidang transportasi, Dinas Perhubungan tengah mematangkan program Angkot Gratis untuk Pelajar. Sejumlah rapat dan pendataan penerima manfaat telah dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program tersebut.
Sektor perdagangan juga mendapat perhatian melalui program PKL Naik Kelas. Dinas Perdagangan dan Perindustrian telah menyusun roadmap bersama akademisi serta menetapkan Peraturan Wali Kota tentang zonasi dan standar operasional PKL. Sebanyak 651 pedagang di kawasan Pasar Ateh telah didata melalui sistem e-mapping sebagai dasar pembinaan bertahap.
Pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan ruang kosong di Pasar Ateh, termasuk area rooftop dan teras. Selain itu, pengelolaan Banto Trade Center (BTC) yang kerja samanya berakhir Maret 2026 turut menjadi perhatian dengan membuka peluang investasi baru.
Program Bukittinggi bebas banjir, bebas sampah dan bebas pungli turut digenjot. Dinas Lingkungan Hidup melakukan peremajaan taman, seperti perbaikan air terjun menari di Taman Jam Gadang serta pembenahan Taman Ngarai Maaram. Tahun 2026, penataan Taman Surau Gadang juga mulai dilakukan.
Pasukan oranye sebagai garda terdepan kebersihan kota terus dioptimalkan untuk menjaga kenyamanan Kota Perjuangan.
Di bidang ketahanan keluarga, Sekolah Keluarga Gemilang yang diinisiasi Ketua TP PKK, Ny. Yesi Endriani Ramlan, terus dikembangkan. Pada 2025, modul Sekolah Keluarga Gemilang resmi diluncurkan melalui DP3APPKB, sekaligus mendorong program kota ramah anak, ramah lansia, serta aman bagi perempuan dan penyandang disabilitas. Gerakan Lansia Berdaya (Sidaya) telah berjalan pada 33 kelompok Bina Keluarga Lansia.
Dinas PUPR turut mendukung pengembangan Bukittinggi Creative Hub dan Co-Working Space untuk membangun ekosistem bisnis kreatif anak muda. Pemerintah juga menyusun DED perluasan jaringan SPAM guna memperluas akses air bersih bagi masyarakat.
Tiga kecamatan di Bukittinggi ikut memperkuat program Surau Gemilang dan 1001 Event Gemilang dengan pembentukan serta pembinaan remaja masjid dan penguatan kerja sama dengan pelaku usaha dalam penyelenggaraan event berbasis adat dan budaya Minangkabau.
Di sektor koperasi dan tenaga kerja, program 1000 Startup Gemilang mulai dijalankan melalui pelatihan inkubasi bisnis dan berbagai pelatihan vokasi seperti menjahit, tata boga, perbengkelan, hingga manajemen usaha dan pemasaran digital.
Sebagai kota wisata, Bukittinggi memperkuat Program Pariwisata Gemilang melalui pengecatan ikon kota seperti Jam Gadang dan Jembatan Limpapeh, serta penataan infrastruktur pendukung wisata.
Hasilnya, pada libur Lebaran 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata mencapai lebih dari Rp2,9 miliar. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Bukittinggi mencapai 926.035 orang, tertinggi dalam enam tahun terakhir untuk objek wisata berbayar.
Bahkan, Bukittinggi meraih pengakuan regional sebagai salah satu dari lima kota di Indonesia yang memperoleh penghargaan ASEAN Clean Tourist City 2026–2028, dengan Indeks Pembangunan Kepariwisataan mencapai 3,93.
Di sektor permukiman, sebanyak 35 unit rumah tidak layak huni (RTLH) berhasil diperbaiki sepanjang 2025. Program ini tersebar di tujuh kelurahan dan didanai melalui APBD Bukittinggi, hasil kolaborasi pemerintah daerah dan DPRD.
Sementara itu, melalui program Bukittinggi Ramah, Aman dan Inklusif (BLI KASIH), pemerintah melaksanakan rehabilitasi sosial berbasis bimbingan mental dan spiritual bekerja sama dengan Kementerian Agama, MUI, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan DP3PPKB. Sepanjang 2025, sembilan warga yang terjaring operasi penertiban telah mengikuti program rehabilitasi terpadu.
Di bidang olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga mengalokasikan anggaran Rp832 juta lebih untuk pemeliharaan lima sarana olahraga, termasuk pembenahan GOR Indoor Bermawi dan Lapangan Sepak Bola Atas Ngarai. Eks Kolam Renang Bantola juga diubah menjadi kawasan olahraga multifungsi.
“Komitmen kami adalah memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ramlan Nurmatias dalam evaluasi satu tahun kepemimpinannya.
Ia menegaskan, pembangunan akan terus difokuskan pada peningkatan kualitas hidup warga serta penguatan karakter Kota Bukittinggi sebagai kota perjuangan, kota wisata, dan kota pendidikan.
“Bukittinggi harus terus bergerak menjadi kota yang gemilang, berkeadilan, dan berbudaya,” tambah Ibnu Asis. (***)






