METRO SUMBAR

Buka Puasa Sehat Tak Harus Ribet, Pilihan Menu Tinggi Proteinyang Mudah Dibuat

3
×

Buka Puasa Sehat Tak Harus Ribet, Pilihan Menu Tinggi Proteinyang Mudah Dibuat

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Buah alpukat.

BERBUKA puasa kerap identik dengan sajian manis berlebihan dan gore­ngan. Padahal, pilihan me­nu berbuka bisa dibuat le­bih sehat tanpa mengorbankan cita rasa. Salah satu kuncinya adalah memilih hidangan dengan kandungan protein tinggi yang mampu menjaga energi tetap stabil setelah seharian berpuasa.

Protein tidak hanya mem­­bantu tubuh merasa kenyang lebih lama, tetapi juga berperan penting da­lam proses pemulihan energi. Menariknya, menu berbuka sehat tidak harus mahal atau sulit dibuat. Dengan bahan sederhana yang mudah ditemukan di dapur, masyarakat tetap bisa menyajikan takjil se­gar dan hidangan utama bergizi.

Berikut dua contoh me­nu buka puasa tinggi protein yang praktis dan cocok disantap saat perut mulai beradaptasi usai puasa seharian.

Takjil Segar: Alpukat Protein Jelly

Takjil ini menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin berbuka dengan menu segar namun tetap menge­nyangkan. Perpaduan alpukat, susu protein, dan chia seed menjadikan minuman ini kaya nutrisi de­ngan kandungan gula yang relatif rendah.

Takjil ini diperkirakan mengandung sekitar 25 gram protein per sajian. Lemak sehat dari alpukat, protein dari susu, serta serat dari chia seed membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil saat berbuka. Penggunaan pemanis rendah kalori juga mem­buat menu ini lebih aman dikonsumsi.

Penyajiannya pun cukup sederhana, dimulai dari alpukat yang diblender hingga creamy, dipadukan dengan chia seed yang telah mengembang, serta potongan jelly yang memberikan sensasi segar saat disantap dingin.

Menu Utama: Tahu Telur Kukus Saus Ayam

Untuk menu utama, tahu telur kukus dengan saus ayam bisa menjadi alternatif makanan berat yang sehat dan tinggi protein. Proses memasak de­ngan cara dikukus membuat hidangan ini lebih ri­ngan dibandingkan maka­nan yang digoreng, sehingga ramah untuk pencernaan.

Kandungan protein berasal dari tahu, telur, dan dada ayam cincang, sementara penggunaan bum­­bu sederhana tetap menghadirkan rasa gurih yang menggugah selera. Tekstur makanan yang lem­­but membuat menu ini cocok disantap saat perut baru menerima asupan makanan setelah berpuasa.

Menu ini juga minim minyak, sehingga membantu menjaga tubuh tetap nyaman dan tidak terasa “berat” setelah berbuka.

Secara keseluruhan, menerapkan pola buka puasa yang sehat bukanlah hal yang sulit. Dengan pemilihan bahan yang tepat dan teknik memasak se­derhana, menu berbuka bisa tetap lezat, hemat, dan menyehatkan. Pola makan seperti ini turut membantu menjaga kebugaran tubuh selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. (*/rom)