BUKITTINGGI, METRO— Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah bagi siswa SD dan SMP se-Kota Bukittinggi. Pembukaan kegiatan tersebut digelar di Masjid Jami’ Mandiangin, Senin (23/2).
Dalam sambutannya, Ibnu Asis menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan merupakan wadah strategis dalam membina generasi muda, tidak hanya melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga pembekalan materi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Bukittinggi yang Gemilang, Berkeadilan, dan Berbudaya, dengan tujuan melahirkan generasi yang unggul secara akademik, kokoh secara spiritual, serta berakar kuat pada falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.
“Kita ingin menghadirkan pesan-pesan kekinian tentang keagamaan, adat dan budaya, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan pesan yang relevan dengan zaman, generasi muda kita tidak akan tertinggal, karena mereka hidup di era modern yang terus berkembang,” ujar Ibnu Asis.
Wakil wali kota juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi beserta seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun ini. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta.
Lebih lanjut, Ibnu Asis mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, serta meningkatkan kepedulian sosial. Dengan demikian, diharapkan lahir generasi muda yang cerdas secara intelektual, berakhlak mulia, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan agama.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Albertiusman, melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, Yudhi Hidayat, menjelaskan bahwa Pesantren Ramadhan 1447 H mengusung tema “Membentuk Generasi Qur’ani yang Berkarakter, Berbudaya dan Berdaya Saing”.
“Kegiatan ini diikuti oleh siswa SD dan SMP se-Kota Bukittinggi. Pelaksanaannya dilakukan di masjid-masjid serta secara daring, dengan pendampingan guru dan dukungan narasumber,” jelas Yudhi.
Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik, membentuk karakter yang berakhlak mulia dan disiplin, serta menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui tadarus Al-Qur’an, shalat berjemaah, kajian akhlak, serta pengenalan budaya Minangkabau, kami berharap lahir generasi pelajar Bukittinggi yang kuat secara spiritual, intelektual, dan sosial,” ungkapnya.
Pembukaan Pesantren Ramadhan 1447 H ini turut dihadiri Kepala Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Lembaga Kerapatan Adat Kota Bukittinggi, yang juga berperan sebagai narasumber, serta seluruh kepala sekolah dan pengawas SD dan SMP se-Kota Bukittinggi. (pry)






