AUR DURI, METRO– Wali Kota Padang Fadly Amran membuka secara resmi pelaksanaan Pesantren Ramadhan 1447 H se-Kota Padang usai shalat subuh di Masjid Baitul Haadi Aur Duri Indah, Kelurahan Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, Senin (23/2).
Wali Kota Fadly Amran menyampaikan, Pesantren Ramadhan tahun ini dilaksanakan di 1.100 masjid dan mushala di seluruh Kota Padang. Kegiatan ini turut dihadiri dan diwakili oleh Wakil Wali Kota Padang serta kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang.
“Jumlah ASN struktural kita kurang lebih 1.100 orang. Saya ingin setiap ASN hadir di masjid dan mushala yang tersebar dari Koto Tangah hingga Lubuk Kilangan. Ini bentuk kolaborasi kita dalam membangun Kota Padang,” ujar Fadly Amran.
Ia menjelaskan, Pesantren Ramadhan tahun ini mengusung tema “Pesantren Ramadhan Berbasis Smart Surau untuk Padang Juara”. Kegiatan ini menjadi bagian untuk memperkuat aktivasi program unggulan Smart Surau yang telah berjalan selama ini.
“Melalui Pesantren Ramadhan, kita berusaha memperkenalkan gerakan Smart Surau dengan beberapa aktivitas seperti Subuh Mubarakah, Revisi Kurikulum MDTA/MDTW, Remaja Masjid Reborn, serta Ruang Pembelajaran Digital dan WiFi gratis,” tambahnya.
Fadly Amran berharap pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun ini berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi pembentukan karakter generasi muda. Ia menekankan agar kegiatan lebih menitikberatkan pada praktik ibadah dan pembinaan karakter, bukan hanya teori semata.
“Kita berharap Pesantren Ramadhan menjadi puncak muhasabah bagi anak-anak kita yang sudah menerima pembelajaran selama satu tahun ini. Untuk itu kita mengharapkan ada perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga bisa terus diingat oleh anak-anak kita,” pungkas Wali Kota.
Pesantren Ramadhan 1447 H akan berlangsung hingga 15 Maret 2026 di 1.100 masjid dan mushala se-Kota Padang. Kegiatan keagamaan ini diikuti 84.649 siswa, terdiri dari 43.382 siswa SD/Madrasah Ibtidaiyah dan 41.367 siswa SMP/Madrasah Tsanawiyah.
Pesantren Khusus
Di hari yang sama, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir membuka Pesantren Ramadhan Khusus Kaderisasi di Masjid Agung Nurul Iman, Senin (23/2). Kegiatan ini dirancang khusus untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya taat beragama, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan (leadership) yang kuat.
Maigus menekankan pentingnya mengembalikan ruh pendidikan berbasis rumah ibadah atau “Pendidikan Surau”. Ia merefleksikan sejarah tokoh-tokoh besar bangsa seperti Haji Agus Salim dan Bung Hatta yang lahir dari didikan surau.
“Indonesia merdeka bukan hanya karena fisik, tapi melalui diplomasi. Tokoh-tokoh hebat itu adalah anak surau. Pendidikan surau terbukti dahsyat dalam membentuk karakter pemimpin dunia,” ujar Maigus Nasir.
Di kesempatan itu, Wawako memotivasi para peserta dengan menceritakan pengalaman pribadinya yang sudah aktif menjadi pengurus masjid sejak usia dini hingga berhasil menjadi Wakil Walikota.
“Ananda adalah calon pemimpin masa depan. Jika hari ini pengurus OSIS, besok harus jadi Gubernur,” katanya.
Kegiatan yang didanai sepenuhnya oleh Bagian Kesra Setda Kota Padang ini diharapkan menjadi role model bagi pelaksanaan Pesantren Ramadhan lainnya. Para alumni kegiatan ini nantinya akan diwadahi dalam forum silaturahmi untuk terus mengasah kemampuan progresif mereka.
“Kami ingin melalui Smart Surau ini lahir generasi 2045 yang tangguh. Jadilah motivator dan fasilitator di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” ungkap Maigus.
Sementara, Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemko Padang dalam mendukung kegiatan keagamaan.
Ketua Panitia Pelaksana, Edy Dharma Saleh, menyampaikan bahwa Pesantren Ramadhan di Masjid Agung Nurul Iman memiliki kekhususan dibanding masjid lainnya.
Diikuti oleh 66 siswa (33 putra dan 33 putri) yang berasal dari 9 sekolah pilihan (6 SMP dan 3 MTS) di Kota Padang.
Selain materi keagamaan standar, peserta dibekali dengan life skill (kecakapan hidup) untuk membentuk karakter teladan. Pendampingan dilakukan secara rutin oleh Ikatan Remaja Masjid Agung Nurul Iman hingga 26 Ramadhan mendatang.
Di kegiatan itu, Pemerintah Kota Padang juga memperkenalkan konsep Smart Surau untuk memodernisasi manajemen masjid. Melalui Dinas Kominfo, pengawasan kehadiran siswa kini menggunakan aplikasi Digital Masjid berbasis barcode, yang ke depannya akan dikembangkan menggunakan teknologi Face Recognition (pengenalan wajah). (oza)






