Salah satu agenda strategis satu tahun kepemimpinan ini, percepatan pembangunan Flyover Sitinjau Lauik. Masuknya proyek flyover dari tahap perencanaan ke tahap pembangunan,langkah strategis mengatasi hambatan struktural. Pembangunan ini akan meningkatkan keselamatan transportasi, menjamin kepastian waktu distribusi, serta menurunkan biaya logistik.
Dalam jangka panjang, keberadaan flyover memperlancar arus komoditas pertanian dan perdagangan, menjaga stabilitas harga barang, serta meningkatkan daya tarik investasi.
Penguatan konektivitas tersebut semakin signifikan dengan adanya kepastian lanjutan pembangunan Jalan Tol Padang-Sicincin, yang akan diteruskan pada koridor Sicincin-Padang, Panjang–Bukittinggi-Pangkalan, dan selanjutnya tersambung ruas tol menuju Pekanbaru.
Koridor ini bagian dari jaringan Tol Trans Sumatera dan telah termasukProyek Strategis Nasional (PSN). Kepastian ini memberikan sinyal kuat, integrasi Sumbar ke sistem logistik regional Sumatera semakin terbuka.
Konektivitas yang terhubung dengan koridor ekonomi Riau dan jalur utama Trans Sumatera, memperkuat posisi Sumbar sebagai simpul perdagangan, pariwisata dan industri berbasis sumber daya lokal. Selain itu, status PSN memberikan jaminan dukungan regulasi, pembiayaan, serta percepatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Di wilayah pesisir, pemerataan pembangunan dilakukan melalui revitalisasi kampung nelayan dengan pendekatan terpadu. Program ini mencakup penataan kawasan, peningkatan kualitas hunian, perbaikan sanitasi, akses air bersih, dan infrastruktur lingkungan. Intervensitersebut meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir dan memperkuat produktivitas serta membuka peluang ekonomi berbasis perikanan dan wisata komunitas.
Di sektor pertanian, dukungan ketahanan pangan diperkuat melalui rehabilitasi irigasi dari Program Inpres Irigasi pada Daerah Irigasi (D.I). Bandar Halim, D.I. Ladang Laweh, D.I. Batang Tingkarang, D.I. Talang Kemuning Jaya, D.I. Paneh Gadang, D.I. Batang Tabik, D.I. Bandar Kubu Banda, dan D.I. Bandar Rupik. Rehabilitasi jaringan irigasi meningkatkan pasokan air, memperbaiki indeks pertanaman, dan mendorong peningkatan produktivitas lahan.
Di bidang perumahan, peningkatan kualitas kawasan kumuh dan perbaikan rumah tidak layak huni melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
Perbaikan sanitasi, drainase, dan akses air minum berkontribusi pada peningkatan kesehatan lingkungan serta stabilitas sosial keluarga. Pada sektor energi, lanjutan pembangunan PLTMH Patamuan di Kabupaten Pasaman memperkuat pemanfaatan energi terbarukan berbasis potensi lokal, sementara Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) memperluas akses listrik bagi rumah tangga.
Secara keseluruhan, rangkaian kebijakan dan proyek strategis dalam satu tahun ini menunjukkan pendekatan pembangunan yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang. Kepastian proyek strategis nasional itu menegaskan arah pembangunan daerah telah selaras dengan agenda transformasi ekonomi nasional.






