BERITA UTAMA

Setahun Kepemimpinan Wako Hendri Arnis dan Wawako Allex Saputra, Fondasi Pembangunan Inklusif Padang Panjang Makin Kokoh

7
×

Setahun Kepemimpinan Wako Hendri Arnis dan Wawako Allex Saputra, Fondasi Pembangunan Inklusif Padang Panjang Makin Kokoh

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Padangpanjang H Hendri Arnis dan Wakil Wali Kota Allex Saputra

PADANG PANJANG, METROMemasuki satu tahun kepemimpinan Tahun 2025, Pemerintah Kota Padangpanjang menorehkan sejumlah capaian strategis di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi hingga penataan ruang publik. Evaluasi tahun pertama ini menjadi momentum memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Wali Kota Padangpanjang, Hendri Arnis, menegaskan bahwa fokus utama pada tahun pertama ke­pemimpinannya adalah percepatan pelayanan da­sar, perlindungan kelompok rentan, serta mendorong pertumbuhan eko­no­mi daerah.

“Setahun ini adalah fa­se kerja nyata. Kami memastikan setiap program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar berdampak langsung bagi ma­sya­ra­kat,” ujar Hendri.

Di bidang pendidikan, Pemko merealisasikan pro­gram seragam gratis bagi pelajar SD dan SMP guna menjamin kesetaraan akses pendidikan sekaligus meringankan beban eko­nomi keluarga. Selain itu, pengembangan Islamic Center terus diperkuat sebagai pusat syiar Islam dan destinasi wisata religi unggulan. Pembenahan fasilitas, penguatan kegiatan keagamaan, hingga penyediaan kelas tahsin Al-Qur’an gratis menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas spiritual ma­sya­rakat.

Program Sekolah Keluarga juga menunjukkan hasil positif dengan me­wi­suda 80 ibu rumah tangga. Pro­gram ini bertujuan mem­perkuat peran keluarga dalam pendidikan dan pengasuhan anak.

“Kita ingin membangun generasi unggul, bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter dan nilai keagamaan,” katanya.

Pada sektor perlindungan sosial, Pemko menghadirkan Istana Lansia sebagai pusat pelayanan terpadu bagi warga lanjut usia. Sebanyak 212 peserta mengikuti Sekolah Lansia sebagai wadah pemberdayaan agar tetap sehat, aktif, dan produktif. Sementara itu, Graha Disabilitas diresmikan sebagai ruang pengembangan kapasitas penyandang disabilitas melalui pelatihan, bantuan sosial, serta dukungan kewirausahaan. Sebanyak 129 penerima manfaat memperoleh bantuan kebutuhan dasar.

Program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan juga dilaksanakan dalam tiga tahap sebagai bentuk perlindungan sosial berkelanjutan.

“Pembangunan harus adil dan merata. Lansia, penyandang disabilitas, dan pekerja rentan harus merasakan kehadiran pemerintah,” tegasnya.

Di bidang kesehatan, Pemko memprioritaskan program Golden Ages atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) guna menekan angka stunting. Intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita berisiko, penyediaan pangan olahan keperluan medis khusus (PKMK), serta pendampingan keluarga berisiko. Capaian Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2025 menjadi indikator komitmen pemerintah dalam menjamin akses pelayanan kesehatan merata.

“Kualitas sumber daya manusia dimulai dari kesehatan. Investasi pada 1000 hari pertama kehidupan adalah investasi masa depan,” jelas Hendri.

Sementara itu, di sektor ekonomi dan ketenagakerjaan, Pemko mendorong peningkatan daya saing tenaga kerja melalui pelatihan bahasa Jepang, hidroponik, serta pelatihan satpam bekerja sama dengan mitra strategis. Program Walk In Interview digelar untuk memperluas akses kerja dan menekan angka pengangguran.

Di sektor pertanian, dukungan diberikan melalui bantuan traktor roda dua, rice transplanter, serta rehabilitasi jaringan irigasi guna memperkuat ketahanan pangan daerah. “Pertumbuhan ekonomi harus inklusif. Kita dorong pelatihan dan penguatan sektor riil agar kesejahteraan masyarakat mening­kat,” ujarnya.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Pemerintah Kota Padangpanjang berkomitmen melakukan evaluasi dan penguatan program prioritas agar pembangunan semakin ber­dam­pak luas.

“Kami tidak berhenti pada capaian satu tahun. Dukungan masyarakat adalah energi utama pembangunan,” tutup Hendri.(adv)