METRO PADANG

Mobilitas Tinggi dan Nongkrong jadi Rutinitas, Honda Hayati Dorong Berkendara Lebih Aman

6
×

Mobilitas Tinggi dan Nongkrong jadi Rutinitas, Honda Hayati Dorong Berkendara Lebih Aman

Sebarkan artikel ini
KAMPANYE CARI AMAN— Honda Hayati terus mengkampanyekan pentingnya keselamatan berkendara melalui gerakan #Cari_Aman.

PADANG, METROMobilitas masyarakat yang semakin tinggi, terutama di kalangan generasi muda, mendorong meningkatnya peng­gunaan sepeda motor dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari pergi bekerja, kuliah, hingga sekadar berkumpul bersama teman, kendaraan roda dua masih menjadi pilihan favorit karena dinilai praktis dan efisien di tengah padatnya lalu lintas perkotaan.

Melihat kondisi tersebut, PT Hayati Pratama Mandiri terus mengam­pa­nyekan pentingnya keselamatan ber­kendara melalui gerakan #Cari_Aman. Kampanye ini bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan harus menjadi prioritas, meskipun perjalanan yang ditempuh tergolong singkat.

Instruktur Safety Riding PT Hayati Pratama Mandiri, Benarivo De Frize, mengatakan bahwa kebiasaan ber­kendara jarak dekat kerap membuat pengendara lengah. Padahal, lalu lintas perkotaan menyimpan berbagai po­tensi bahaya, mulai dari kepadatan kendaraan, banyaknya persimpangan, hingga perilaku pengguna jalan yang tidak selalu dapat diprediksi.

“Sering kali pengendara merasa santai karena jaraknya dekat, padahal kondisi jalan di kota justru menuntut fokus dan kewaspadaan lebih,” ujar Benarivo.

Menurutnya, penerapan keselamatan berkendara tidak harus rumit. Ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan pengendara untuk memi­nimalkan risiko kecelakaan. Di antaranya adalah tetap menggunakan perlengkapan berkendara lengkap meski menempuh jarak dekat, menjaga fokus selama berkendara, serta menghindari penggunaan ponsel yang dapat mengganggu konsentrasi.

Selain itu, pengendara juga diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas, menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan, serta meningkatkan kewaspadaan di area padat dan persimpangan yang rawan konflik lalu lintas. Sikap berkendara yang santun dan saling menghargai sesama pengguna jalan pun dinilai menjadi kunci terciptanya keselamatan bersama.

“Dengan menjadikan #Cari_Aman sebagai kebiasaan, mobilitas tinggi dan aktivitas nongkrong tetap bisa dinikmati tanpa me­ngorbankan keselamatan. Karena sejatinya, perjalanan yang paling keren bukan yang paling cepat, tetapi yang membawa kita pulang dengan selamat,” tutup Benarivo. (rom)