PDG.PANJANG, METRO— Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Padang-Bukittinggi. Kali ini, truk Mitsubishi Fuso mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Bintungan, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar, tepatnya di Simpang MTSN Panyalaian, Jumat (20/2) sekitar pukul 16.30 WIB
Diduga, insiden itu dipicu truk nomor polisi BK 8381 NA mengalami rem blong. Truk itu melaju dari arah Bukittinggi menuju Padangpanjang sebelum akhirnya menabrak rambu-rambu lalu lintas dan menabrak rumah warga.
Beruntung, kecelakaan tunggal ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, truk dan rumah warga mengalami kerusakan yang cukup parah. Polisi dari Satlantas Polres Padangpanjang langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi truk.
Kasat Lantas Polres Padangpanjang, Iptu Pifzen Finot, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika truk yang dikemudikan Suanta (49) melintas di jalur tersebut. Saat tiba di titik kejadian, kendaraan mendadak hilang kendali. Sementara itu, penumpang truk bernama Yono (33)
“Akibatnya, truk tersebut menabrak bagian rumah warga dan merusak sejumlah rambu lalu lintas di sisi jalan. Kerusakan hanya pada bagian rumah warga dan rambu-rambu yang ada di pinggir jalan tersebut,” kata Iptu Pifzen Finot.
Dijelaskan Iptu Pifzen Finot, dalam kejadian kecelakaan lalu lintas ini, tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban luka berat dan ringan. Meski demikian, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp3 juta.
“Personel Satlantas Polres Padangpanjang masih berada di lokasi untuk evakuasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Arus lalu lintas dari arah Bukittinggi menuju Padang tetap aman dan lancer,” tegas dia.
Iptu Pifzen mengimbau pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan, melakukan pengecekan kendaraan sebelum perjalanan, dan memprioritaskan keselamatan di atas kecepatan.
“Jalan Padang-Bukittinggi merupakan jalur strategis yang kerap dilalui kendaraan angkutan barang dan penumpang. Aparat kepolisian mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan besar seperti truk, untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur tersebut,” imbuhnya.
Sehari sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria meninjau jalur rel kereta api dan ruas jalan di kawasan Panyalaian yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas tersebut.
Peninjauan dilakukan untuk pembangunan jalur penyelamat darurat sebagai upaya mitigasi teknis guna meminimalisir kecelakaan yang berdampak bagi pengendara, kendaraan dan masyarakat di sekitarnya.
Menurutnya, fasilitas pemberhentian darurat di jalur lalu lintas menurun dan panjang ini akan dibangun melalui kolaborasi PT Kereta Api Indonesia, Balai Jalan dan pemerintah daerah.
“Tujuan utamanya menyelamatkan nyawa dan kendaraan dari risiko kecelakaan fatal saat terjadi kegagalan sistem rem,” kata Dony yang meninjau bersama Anggota DPR RI Andre Rosiade dan Dirut PT KAI Bobby Rasyidin, Kamis (19/2).
Meski begitu, kata Dony, pemerintah juga meminta seluruh truk memperhatikan syarat-syarat kelengkapan kendaraannya. “Pemerintah mewajibkan pengendara untuk memeriksa rem dan komponen lainnya sebelum melintas,” ingatnya.(*)






