BANTEN, METRO— Kota Serang kini memiliki daya tarik baru yang digadang-gadang sebagai “Malioboronya Banten”. Kawasan pedestrian yang baru saja tuntas dibangun pada akhir tahun 2025 lalu ini, sukses mengubah wajah ibu kota provinsi menjadi pusat keramaian yang estetik dan modern.
Proyek ambisius yang rampung sekitar satu bulan lalu ini menelan anggaran fantastis mencapai miliaran. Dana tersebut dialokasikan untuk penataan trotoar yang luas, pemasangan lampu hias ikonik, bangku taman klasik, hingga penataan area bagi pelaku UMKM yang tertata rapi.
Sejak resmi dibuka, kawasan ini tak pernah sepi. Diperkirakan ribuan pengunjung memadati lokasi ini setiap malamnya. Angka tersebut melonjak drastis saat malam minggu tiba, di mana warga dari dalam dan luar kota tumpah ruah menikmati suasana malam yang menyerupai atmosfer Jalan Malioboro di Yogyakarta.
Konsep yang ditampilkan memadukan unsur modernitas urban dengan sentuhan lokal. Jalur pejalan kaki yang ramah disabilitas dan tata cahaya yang instagramable menjadi magnet utama bagi kaum milenial untuk berswafoto.
Kekaguman tidak hanya datang dari warga lokal. Kadis Kominfo Tanahdatar Dedi Tri Widono, S.STP seorang pengunjung yang datang, baru baru ini, ditemani Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang Farach Richi SSTP. Ms.i mengaku takjub dengan transformasi signifikan Kota Serang ini.
“Saya kaget, tidak menyangka Serang punya kawasan sekeren ini. Suasananya benar-benar mirip Malioboro tapi dengan sentuhan khas Banten. Sangat nyaman untuk jalan santai malam-malam, tak kalah dengan Bandung atau Jogja,” ujar Andra saat ditemui di lokasi, Sabtu malam.
Kehadiran kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi instrumen penggerak ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Pemerintah Kota Serang pun terus mengimbau pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan dan ketertiban agar ikon baru ini tetap terjaga keindahannya. (ant)






