METRO SUMBAR

Imsak Bukan Akhir Sahur, Buya Yahya: Itu Tanda Bersiap

2
×

Imsak Bukan Akhir Sahur, Buya Yahya: Itu Tanda Bersiap

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Santap sahur.

SUASANA masjid dan mushalla di berbagai dae­rah di Indonesia tampak semakin semarak selama bulan suci Ramadhan. Aktivitas ibadah tidak hanya ramai saat berbuka puasa dan salat Tarawih, tetapi juga terasa hidup pada waktu sahur.

Banyak pengurus mas­jid dan mushalla turut berperan aktif membantu u­mat Islam bangun untuk sahur. Melalui pengeras suara, sebagian tempat ibadah bahkan mengingatkan waktu sahur, menunjukkan jam tertentu, hingga memberikan peringatan saat waktu imsak telah tiba.

Namun, di tengah kebiasaan tersebut, muncul pertanyaan yang kerap menjadi perbincangan di tengah masyarakat, yakni apakah masih diperbolehkan makan dan minum ketika waktu imsak telah masuk.

Menanggapi hal itu, tokoh agama Yahya Zainul Ma’arif atau yang akrab disapa Buya Yahya menjelaskan bahwa umat Islam pada dasarnya masih di­perbolehkan makan dan minum saat waktu imsak.

“Imsak itu, ibu bapak, masih boleh makan, boleh minum. Imsak itu maksudnya siap-siap. Yang makan kerupuk, cepat minum air daripada keselek,” ujar Buya Yahya dalam salah satu penjelasannya.

Meski demikian, Buya Yahya menekankan bahwa makan dan minum saat imsak sebaiknya disegerakan. Pasalnya, jarak antara waktu imsak dan masuknya waktu Subuh biasanya tidak terlalu lama.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Bahjah itu juga menegaskan bahwa batas akhir diperbolehkannya makan dan minum saat sahur adalah ketika waktu Subuh telah masuk.

“Kalau sudah masuk Subuh, maka tidak boleh lagi makan dan minum. Namun, agar lebih berhati-hati, sebaiknya memang berhenti makan dan minum ketika imsak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Buya Yah­ya menerangkan bahwa penetapan waktu imsak merupakan bagian dari ijtihad para ulama di Indonesia. Menurutnya, imsak berfungsi sebagai bentuk peringatan agar umat Islam tidak terlambat me­ngakhiri sahur hingga melewati waktu Subuh.

“Imsak itu kan bahasa Arab, artinya menahan diri. Imsak itu adanya di negeri kita saja, di negara lain nggak ada istilah imsak,” ungkap Buya Yahya.

Ia berharap, dengan pemahaman yang benar mengenai waktu imsak, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa de­ngan lebih tenang dan sesuai tuntunan syariat, tanpa kebingungan dalam menentukan batas waktu sahur. (*/rom)