RIMBOKALUANG. METRO – Bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah puasa, suasana masjid yang sejuk dan tenang sangatlah nyaman digunakan untuk sekedar rebahan sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba. Setidaknya rasa lapar dan haus yang melanda akan sedikit terobati dengan nyamannya suasana masjid tersebut.
Masjid menjadi tempat favorit bagi kaum muslimin untuk tidur-tiduran selepas shalat zuhur. Mungkin karena tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Doanya adalah doa yang mustajab. Sepenggal hadits yang dinilai ulama bersifat dhoif (lemah) tersebut sepertinya menjadi alasan bagi sebagian warga untuk tidur-tiduran di masjid pada siang hari bolong bulan puasa.
Pada umumnya para jamaah yang tidur-tiduran tersebut berpofesi sebagai pekerja kantoran baik itu swasta maupun pegawai negeri sipil (ASN) setempat yang tidur-tiduran di masjid. Seperti halnya pemandangan salah satu masjid di Kota Padang yaitu Masjid Baitul Hikmah di kawasan GOR H Agus Salim pada puasa kedua Selasa (7/5).
Hari kedua puasa ini, cuaca di Kota Padang cukup panas “paneh badangkang” membuat badan lemas dan dahaga mengering. Tak heran banyak warga yang memilih beristirahat di masjid. Apalagi warga yang beraktivitas di luar ruangan seperti di pasar, jalanan dan lainnya.
Biasanya pada hari biasa selepas shalat Zuhur suasana masjid langsung lengang maka hari ini, masjid tetap ramai oleh jamaah yang memilih untuk malas-malasan sambil tiduran sejenak sebelum kembali ke rutinitas kantor. Mereka ada juga yang sambil baca Alquran, tidur dan bersenda gurau bersama teman sambil beramin gadget.
Meski pengurus masjid sudah berkali-kali mengingatkan bahkan ada selebaran yang bertuliskan “ Mohon Jangan Tidur Didalam Masjid” mengingatkan jamaah agar tidak tidur di atas karpet tempat shalat. Namun banyak orang yang tidak menghiraukan imbauan tersebut. Padahal imbauan tersebut agar jamaah yang tidur tidak mengotori tempat sujud.
Ridho (30) salah seorang jamaah yang merupakan karyawan swasta di Padang mengaku sering tidur di masjid saat Ramadhan.
“Sebenarnya bukan niat saya untuk bermalas-malasan.Namun, karena pada Ramadhan selepas shalat Zuhur tidak ada kegiatan lagi, makanya dimanfaatkan untuk istirahat di masjid,” ungkapnya.
Pada hari biasa habis Zuhur, ia bisa makan siang, sekarang tidak bisa, karena puasa. Makanya dipakai saja untuk istirahat di masjid. Mau kerja, pekerjaan sudah selesai, mau jalan tidak ada tujuan, lebih baik istirahat di masjid.
Lain halnya dengan Rio (34), ASN Kota Padang ini mengatakan bahwa dirinya tidak tidur-tiduran saja. Melainkan juga membaca Alquran dan juga bacaan Islami di gadget, “Ya, baringan bentar, mumpung masih jam istirahat tadi habis shalat juga ngaji juga digadget bukan hanya tiduran,”katanya. (cr1)





