PADANG, METRO— Demi terciptanya rasa aman bagi umat muslim, khususnya warga Kota Padang yang menyelanggarakan ibadah puasa 1447 H, Polresta Padang mengerahkan 600 orang personel gabungan.
Mereka akan ditempatkan pada titik rawan di seputaran Kota Padang selama Ramadhan 1447 tahun 2026.
Tak hanya itu, karena cuaca cukup ekstrem melanda Sumbar, dan juga Kota Padang, Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo mengingatkan warga untuk tidak mengikuti kegiatan balimau di sungai.
“Untuk itu kami mengingatkan kepada warga Kota Padang untuk tidak balimau di sungai. Saat ini cuaca cukup ekstrem. Jadi disarankan balimau di rumah saja,” ujar Apri Wibowo, usai pimpin Apel Siaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dalam rangka menyambut Ramadhan 1447 Hijriah, Selasa (17/2) di halaman Mapolresta Padang.
Saat ini kata Apri, ada beberapa lokasi balimau yang mendapatkan sorotan dan pengawasan ketat kita. Lubuk Minturun, Lubuk Tempurung, Kampuang Kalawi dan beberapa lokasi lainnya yang kini sudah kami petakan sangat berbahaya.
Hujan yang selalu mengguyur menyebabkan volume air tinggi. Itu yang terjadi saat ini di lokasi itu. Sangat tinggi sekali resikonya jika tetap dipaksakan.
“Untuk itulah, petugas gabungan ini kami tempatkan di lokasi itu. Lokasi suidah kami petakan,” tegasnya.
Sedangkan tujuan digelarnya Apel Siaga Kamtibmas ini, Kapolresta Padang, Apri Wibowo menjelaskan, apel siaga ini menjadi bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan selama bulan suci.
Menurutnya, Ramadhan kerap diwarnai peningkatan aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas.
Sebanyak kurang lebih 600 personel diterjunkan ke lapangan, mulai dari Polresta hingga Polsek jajaran. Kekuatan tersebut disinergikan bersama unsur TNI, Forkopimda, serta elemen masyarakat.
Fokus pengamanan diarahkan pada pencegahan tawuran, balap liar, hingga tindak kriminalitas lainnya. Aparat kepolisian juga diminta memonitor aktivitas anak dan remaja agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif selama Ramadhan.
Selain itu, Dubalang Kota dan jajaran Satkamling turut digerakkan untuk memperkuat pengawasan di lingkungan masing-masing. Pelibatan unsur masyarakat dinilai penting dalam mendukung upaya pencegahan secara menyeluruh.
Apri menyebutkan, pihaknya telah melakukan pemetaan di sejumlah titik rawan yang selama ini sering menjadi lokasi tawuran dan balap liar. Langkah ini dilakukan agar personel dapat ditempatkan secara tepat dan efektif.
Pengamanan juga difokuskan pada jam-jam rawan, terutama saat masyarakat melaksanakan shalat tarawih. “Kondisi rumah kosong saat ibadah dinilai berpotensi menimbulkan tindak pencurian sehingga patroli akan ditingkatkan selama Ramadhan,” ingat Apri. (ped)






