BERITA UTAMA

Agam kembali Diterjang Banjir dan Longsor, Putuskan Akses Jalan, Rumah Terendam hingga 2 Meter

7
×

Agam kembali Diterjang Banjir dan Longsor, Putuskan Akses Jalan, Rumah Terendam hingga 2 Meter

Sebarkan artikel ini
BENCANA— Dua kecamatan di Kabupaten Agam diterjang bencana banjir dan longsor.

AGAM,METROTingginya intensitas hujan yang meng­gu­yur Kabupaten Agam sejak Senin siang hing­ga petang (16/2), meng­akibat­kan beberapa kecamatan kembali diter­jang banjir dan tanah longsor. Wilayah yang terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Tanjung Raya dan Keca­ma­tan Palembayan.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Ope­rasi Penanggulangan Ben­cana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Agam, hujan deras memicu longsor dan banjir di sejumlah titik yang me­ng­akibatkan akses tran­spor­tasi terputus serta permukiman war­­ga terendam.

Di Kecamatan Tanjung Raya, tanah longsor terjadi di ruas jalan provinsi tepatnya di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko. Material longsor sepanjang ku­rang lebih 20 meter dengan tinggi mencapai 1,5 meter menutup seluruh badan jalan. Akibatnya, kenda­raan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Selain longsor, banjir juga menggenangi permukiman warga di Jorong Koto Kaciak dan Jorong Pasa Rabaa, Nagari Koto Kaciak. Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan terkait jumlah warga terdampak dan ke­rugian yang ditimbulkan.

Sementara itu di Kecamatan Palembayan, banjir dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 2 meter merendam Jorong Tapian Kan­dih, Nagari Salareh Aia Barat. Air juga mengge­nangi ruas jalan nasional sehingga arus lalu lintas untuk sementara waktu tidak dapat dilalui kenda­raan.

Tanah longsor turut dilaporkan terjadi di Tonggo Gumarang Nagari Tigo Ko­to Silungkang. Material longsor menutup akses jalan provinsi dan hingga kini masih dalam proses pendataan terkait volume dan ketinggian material.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, menyampaikan bahwa pihaknya telah turun ke lapangan untuk ber­koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari setempat.

“Kejadian ini dipicu oleh­ hujan dengan intensitas tinggi. Saat ini kami masih melakukan penda­taan dan koordinasi guna memastikan dampak serta kebutuhan penanganan darurat di lapangan,” ujar­nya.

Menurut Abdul Ghafur, unsur yang terlibat dalam penanganan awal meliputi BPBD Kabupaten Agam, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta ma­syarakat setempat yang bahu-membahu mem­­bantu proses pe­na­nga­­nan.

“Kami mengimbau ma­sya­rakat yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan dan upaya penanganan darurat masih terus dilakukan,” tutupnya.(pry)