AGAM/BUKITTINGGI

Seminar Kepribadian dan Literasi, Tingkatkan Kapasitas Kader dan Pengurus PKK di Era Digital

1
×

Seminar Kepribadian dan Literasi, Tingkatkan Kapasitas Kader dan Pengurus PKK di Era Digital

Sebarkan artikel ini
SEMINAR KEPRIBADIAN— Tim Penggerak PKK Kabupaten Agam menggelar Seminar Kepribadian dan Literasi dengan tema “Mengembangkan Kepribadian yang Adaptif serta Membangun Budaya Literasi di Era Digital”, di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Lubuk Basung, Rabu (11/2).

AGAM, METROTim Penggerak PKK Kabupaten Agam menggelar Se­mi­nar Kepribadian dan Literasi dengan tema “Me­ngem­bangkan Kepribadian yang Adaptif serta Membangun Budaya Literasi di Era Digital”, di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Lubuk Basung, Rabu (11/2).

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus TP PKK Kabupaten Agam, perwakilan TP PKK kecamatan dan nagari, serta tamu undangan lainnya.

Seminar ini digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader PKK dalam menghadapi tantangan per­kem­bangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat.

Ketua TP PKK Kabupaten Agam, dr. Merry Yuliesday, MARS, dalam pemaparannya menekankan pentingnya membangun kepribadian yang adaptif, tangguh, dan berkarakter di tengah perubahan zaman.

Baca Juga  Balitbang Rumuskan Aspirasi Warga Salingka Danau

Menurutnya, era digital membawa banyak peluang, namun juga tantangan yang tidak ringan, terutama dalam menyaring informasi dan membentuk karakter generasi muda.

“Perempuan, khususnya kader PKK, memiliki peran strategis dalam keluarga dan masyarakat. Kepribadian yang adaptif harus dibangun dengan kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang baik, serta bijak dalam mengguna­kan media digital,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi teladan dalam membangun budaya literasi, baik literasi baca tulis maupun literasi digital, guna menciptakan keluarga yang cerdas dan berdaya saing.

Sementara itu, narasumber lainnya, Firdaus Abie, memaparkan pentingnya literasi sebagai fondasi utama dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Baca Juga  Polresta Bukittinggi Gelar Operasi Cipta Kondisi, Antisipasi Balap Liar di Akhir Pekan

Dijelaskan, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, serta memverifikasi informasi.

“Di era digital, tantangan terbesar adalah hoaks dan disinformasi. Karena itu, budaya literasi harus dibangun dari lingkungan keluarga, dimulai dari kebiasaan membaca dan berdiskusi,” jelasnya.

Melalui seminar ini, diharapkan kader TP PKK Kabupaten Agam semakin siap menjadi agen perubahan dalam membangun masya­ra­­kat yang berkarakter, adap­tif, serta memiliki budaya literasi yang kuat di tengah perkembangan tek­no­logi informasi. (pry)