METRO PADANG

Menaker Serahkan Bantuan Rp30,3 Miliar untuk Korban Bencana Sumbar, Gubernur Mahyeldi Menilai Positif untuk Pemulihan Ekonomi

1
×

Menaker Serahkan Bantuan Rp30,3 Miliar untuk Korban Bencana Sumbar, Gubernur Mahyeldi Menilai Positif untuk Pemulihan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
BANTUAN MENAKER— Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, menyalurkan bantuan senilai Rp30,3 miliar bagi masyarakat terdampak bencana di Sumbar. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Aula Maninjau Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Kamis (12/2).

PADANG, METROMenteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli menyalurkan bantuan senilai Rp30,3 mi­liar bagi masyarakat terdampak bencana di Suma­tera Barat (Sumbar). Pe­nyerahan bantuan tersebut berlangsung di Aula Maninjau Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Kamis (12/2).

Bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pemulihan pascabencana, khususnya di sektor kete­nagakerjaan dan pemberdayaan ekonomi masya­rakat.

“Kehadiran kami hari ini adalah bagian dari pe­nyaluran bantuan Kementerian Ketenagakerjaan untuk masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana,” ujar Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli didampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.

Ia menjelaskan, bantuan senilai Rp30,3 miliar tersebut diberikan dalam bentuk pembangunan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) di lima titik, program Padat Karya seba­nyak 20 paket, program Tenaga Kerja Mandiri bagi 100 calon wirausahawan, serta pelatihan vokasi bagi 5.000 orang dengan durasi satu hingga tiga minggu.

Selain itu, juga diserahkan bantuan uang tunai kepada 125 perwakilan masyarakat dari empat kabupaten terdampak, di antaranya Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Agam, dan Tanah Datar. Bantuan peralatan seperti mesin bor dan mesin air juga diberikan untuk mendu­kung kebutuhan komunitas.

Baca Juga  Andre Rosiade Dukung Erick Thohir Bongkar Kasus Dana Pensiun BUMN

Yassierli menyebut, bantuan ini merupakan tahap kedua setelah sebe­lumnya Kemnaker menyalurkan bantuan melalui program Kemnaker Peduli pada Desember lalu, termasuk pengerahan relawan dan pembukaan dapur umum.

“Melalui BPVP Padang dan jejaring balai pelatihan lainnya, kami berkomitmen mendampingi proses pemulihan yang memang membutuhkan waktu dan sinergi bersama,” katanya.

Sementara itu Gubernur Sumbar,  Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan bencana yang terjadi pada November tahun lalu telah menimbulkan dampak yang sangat luas, tidak hanya terhadap infrastruktur tapi juga berdampak pada sektor ketenagakerjaan.

“Total nilai kerusakan dan kerugian akibat bencana diperkirakan mencapai lebih dari Rp33 triliun, de­ngan kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sekitar Rp22 triliun. Dampaknya juga terasa pada dunia kerja dan sumber penghidupan masya­ra­kat,” jelas Mahyeldi.

Dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, sebanyak 16 daerah terdampak yang meliputi 313 nagari, 83 kecamatan, dan lebih dari 72 ribu kepala keluarga. Kondisi tersebut, me­nurut Mahyeldi, memerlukan intervensi yang tidak hanya berfokus pada pemba­ngu­nan fisik, tetapi juga pemulihan ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Andre Rosiade: PLN Harus Percepat Digitalisasi

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumatera Barat, kami me­nyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan. Bantuan ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi intervensi strategis untuk membuka kembali kesempatan kerja,” tegasnya.

Mahyeldi menilai program Padat Karya dan Te­naga Kerja Mandiri sangat relevan dalam mendorong kebangkitan ekonomi lokal, terlebih Sumbar memiliki lebih dari 700 ribu unit UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Pemulihan pascabencana bukan hanya membangun kembali yang rusak, tetapi menguatkan kembali ekonomi ma­sya­rakat. Dengan kolaborasi dan semangat gotong ro­yong, insyaallah Sumatera Barat bisa bangkit dan menjadi lebih kuat,” pung­kasnya.

Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen me­ngawal pelaksanaan seluruh program bantuan ter­sebut bersama peme­rintah kabupaten dan kota agar berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberi dam­pak nyata bagi ma­sya­rakat terdampak. (fan)