PAYAKUMBUH, METRO— Sinergi kemanusiaan antara Lembaga Amil Zakat (LAZ) Majelis Keluarga Utama (MKU) yang merupakan perhimputan dari Baitul Mal wa Tamwil (BMT) se-Indonesia termasuk salah satunya di Sumatera Barat BMT Alfataya Payakumbuh, menyalurkan 100 paket karomah Ramadhan untuk korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Agam beberapa waktu lalu, Rabu (11/2).
Kepedulian itu, hadir di tengah duka akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor, dari berbagai lembaga filantropi dan ekonomi syariah, berupa paket Karomah Ramadhan yang tidak hanya berisi untuk penguatan fisik jelang Ramadhan tetapi juga berisi untuk penguatan spiritual yang meliputi, Al-Qur’an, Sajadah, Mukena, Madu, Kurma dan Susu.
“Penyaluran bantuan dilaksanakan pada di Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan, tepatnya di dua titik lokasi, yakni Masjid Ihsan dan Masjid Baiturrahman. Kegiatan ini juga langsung dihadiri oleh Buya H.Zulkifli Muhammad Ali, beserta rombongan,” sebut Koordinator Lapangan, Edi Kusmana, selaku Ketua MPW Perhimpunan BMT Indonesia Sumatera Barat sekaligus Ketua YKPA Uzma Care.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Fathul Alim (GM Uzma Media), Ahmad (Manajer Uzma Care), Rudi (Baitul Maal ULAZ MKU Alfataya), serta tim relawan BMT yang terdiri dari Budi, Beni, dan Agung, serta rombongan lainnya.
Disampaikan Edi Kusmana, bantuan Sebanyak 100 paket itu disalurkan kepada warga yang terdampak bencana.
Berdasarkan data Pemerintah Nagari yang disampaikan oleh Wali Nagari Sipinang, Hendri Dt. Gindo, tercatat sedikitnya 96 warga menjadi korban terdampak langsung akibat banjir bandang dan longsor.
Pada kesempatan itu, Edi Kusmana, menyampaikan bahwa bantuan itu bukan sekadar distribusi logistik, tetapi upaya memulihkan semangat masyarakat korban bencana alam. “Kami ingin masyarakat tidak hanya bertahan secara fisik, tetapi juga kuat secara batin. Karena bencana bukan hanya merusak rumah, tetapi juga mengguncang harapan. Paket Karomah Ramadhan ini kami siapkan agar saudara-saudara kita tetap dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang tegar dan penuh harapan,” sebut Edi Kusmana.
Program ini disampaikannya, merupakan bagian dari rangkaian besar aksi kemanusiaan yang akan terus berlanjut. Direncanakan, total sekitar 500 paket bantuan akan disalurkan ke berbagai masjid di wilayah Kabupaten Agam yang terdampak bencana.
Selain bantuan langsung, tim juga menyiapkan program lanjutan berupa renovasi fasilitas MCK dan sarana wudhu masjid di beberapa titik lokasi terdampak, sebagai bentuk pemulihan fasilitas ibadah masyarakat.
Buya H. Zulkifli Muhammad Ali pada kesempatan itu menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemulihan masyarakat pasca bencana. “Ketika bencana terjadi, masjid adalah tempat pertama masyarakat mencari ketenangan. Karena itu, memulihkan masjid berarti memulihkan jiwa masyarakatnya,” sebut UZMA.
Diharapkannya, sinergi lembaga zakat dan koperasi syariah ini diharapkan menjadi model gerakan kolaboratif nasional antara sektor ekonomi umat dan lembaga kemanusiaan dalam merespons bencana secara cepat, terarah, dan berkelanjutan. (uus)






