METRO SUMBAR

Menyambut Bulan Ramadhan 1447 H, Karutan Kelas II B Anak Air Fokus Tingkatkan Ibadah

8
×

Menyambut Bulan Ramadhan 1447 H, Karutan Kelas II B Anak Air Fokus Tingkatkan Ibadah

Sebarkan artikel ini
ARAHAN—Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas II B Anak Air, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Mai Yudiansyah, memberikan arahan saat apel gabungan di halaman kantor Rutan.

PADANG, METRO — Menyongsong masuknya Ramadhan 1447 H, Lapas Kelas II B Anak Air, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang bakal membuat program yang bersifat fokus keagamaan untuk mendekat diri kepada Allah SWT. Lebih introspeksi diri, mengikuti tadarus pada malam Ramadhan,  tausiah rohani Islam, pesantren Ramadhan dan bergai kegiatan agama Islam lainya  untuk warga binaan. Kegiatan ini  dipusatkan nantinya di Masjid Baitul Anshar terletak di Kompleks Lapas.

Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas II B Anak Air, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Mai Yudiansyah, didampingi Kepala  ,  Kesatuan Pengamanan Rutan, Muhamad Aidil Syahputra dan Kasubsi Pelayanan Tahanan Aldo Ramadhan kepada POSMETRO  Rabu (11/2) mengatakan, program Ramadhan di Rutan Kelas II B Anak Air ini, akan kita bahas dalam waktu dekat. Soalnya bulan Ramadhan sudah di pelupuk mata, tentu saja secepatnya kita bahas.

“Dalam kegiatan ini pihak Rutan bekerjasama dengan Kamenag Kota Padang. Dan untuk mengisi tausiah nanti, akan kita gilir. Bisa kita datangkan dari ustadz dan bisa juga dari warga binaan itu sendiri. Sebab mereka juga memiliki kemampuan untuk mengisi tausiah,” ucap Mai Yudiansyah.

Yang lebih penting lagi kata Yudi, bahwa tausiah menjadi bagian penting da­lam pembinaan kepribadian warga binaan, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran spiritual dan semangat perubahan diri. Rama­dhan adalah momentum eva­luasi dan perbaikan diri. Me­lalui kegiatan ini, kami ingin Warga Binaan menyambut Ramadan dengan kesiapan hati dan niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca Juga  Usai Mutasi Bergulir, Bupati Ingatkan Antar ASN Jalin Komunikasi

“Jangan menyia-nyiakan Ramadhan. Banyak orang diberi usia, tapi tidak diberi kesempatan bertemu Ramadan. Karena itu, sambutlah dengan rasa syukur dan kebahagiaan. Ia juga mengingatkan agar puasa tidak hanya dijaga secara fi­sik, tetapi juga secara lisan dan perbuatan. Keberhasilan Ramadhan terletak pada perubahan sikap dan ke­biasaan setelahnya.

“Puasa di siang hari me­latih pengendalian diri, se­mentara ibadah di ma­lam hari menguatkan jiwa. Jika Ramadhan dijalani dengan sungguh-sungguh, Insya Allah lahir pribadi yang lebih sabar, jujur, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Kesatuan Pengamanan Ru­tan, Muhamad Aidil Sya­putra dan Kasubsi Pelayanan Tahanan Aldo Rama­dhan   mengaku utnuk saat ini jumlah penghuni Rutan sebanyak 982 orang, sementara jumlah ideal hanya 600 orang lebih. Meski berada dalam kondisi overkapasitas, pengamanan di Rutan Anak Air tetap terjaga. Sebanyak 12 orang pe­tu­gas disiagakan setiap saat untuk mengawasi aktivitas warga binaan dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Dengan jumlah penghuni yang jauh melampaui kapasitas, kedisiplinan dan kesiapsiagaan petugas menjadi kunci utama terciptanya suasana yang kondusif.

Sebagai langkah antisipasi terhadap situasi darurat, Rutan Anak Air juga menerapkan sistem ke­siap­sia­­gaan cepat tanggap ben­­cana. Prosedur ini disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk, seperti kebakaran atau bencana alam, demi menjamin keselamatan seluruh penghuni dan petugas.

Disebutkan Aidil, dalam pengelolaan hunian kita  menerapkan sistem penempatan warga binaan secara terkelompok berda­sar­kan jenis tindak pidana. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menjaga stabilitas keamanan dan meminimalisir potensi konflik. Khu­sus Blok A, diperuntukkan bagi narapidana baru. Penempatan ini bertujuan memudahkan proses pengenalan lingkungan rutan sekaligus pembinaan awal agar mereka dapat ber­adap­­tasi secara bertahap de­ngan kehidupan di da­lam rutan.

Baca Juga  Keberadaan Pers dalam Mengawal KIP Sangat Penting

Tak hanya fokus pada aspek keamanan, Rutan Anak Air juga berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan mereka setelah bebas nanti. “Melalui program pembinaan kemandirian, rutan ini mengembangkan kegiatan di bidang pertanian dan perkebunan. Warga binaan dilibatkan dalam budidaya ikan lele dan jenis ikan lainnya, serta penanaman berbagai sayuran dan buah-buahan,” sebut Aidil.

Dikatakan Aidil, bahwa pembinaan mental dan spiritual turut menjadi perhatian penting. Rutan Anak Air secara rutin bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan. Siraman rohani diberikan dua kali dalam seminggu kepada santri dan warga binaan.  “Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat nilai moral, menumbuhkan kesadaran diri, serta menjadi sarana refleksi bagi warga binaan selama menjalani masa pidana,” tuturnya.

Di sisi layanan kesehatan, tambah Aldo, Rutan Anak Air telah memiliki klinik Kesehatan Pratama yang dilengkapi dengan layanan dokter umum dan dokter gigi. Keberadaan fasilitas ini menjadi penopang penting dalam menjaga kesehatan warga binaan.  “Dalam operasional sehari-hari, terdapat kelompok tamping warga binaan yang dipercaya untuk membantu menjaga kebersihan dan mendukung kelancaran pelayanan kesehatan warga binaan,” tegas Aldo. (ped)