METRO PADANG

Padang Alami Deflasi, Bawang dan Cabai Merah Penyumbang Utama

10
×

Padang Alami Deflasi, Bawang dan Cabai Merah Penyumbang Utama

Sebarkan artikel ini
RAPAT BERSAMA TPID— Pemko Padang menggelar High Level Meeting TPID Kota Padang yang dihadiri Analis Senior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Rifat Pasha, di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (10/2).

PADANG, METROKota Padang mengalami deflasi (penurunan harga barang) pada bulan Januari 2026. Melihat kondisi demikian, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat angkat bicara.

Analis Senior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Rifat Pasha menuturkan, deflasi yang terjadi di Padang didasari banyak hal. Penyumbang deflasi berada di berbagai sektor.

“Deflasi ini patut kita syukuri,” ungkapnya saat High Level Meeting TPID Kota Padang di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (10/2).

Rifat mengatakan, deflasi terjadi di Padang karena turunnya harga cabai dan bawang merah. Selain itu akses transportasi di Padang juga lebih baik.

“Lancarnya transportasi dapat menurunkan biaya tarif kendaraan antar kota,” jelasnya.

Selain itu, penyumbang terbesar turunnya deflasi di Kota Padang yakni dampak kebijakan yang dilakukan Pemko Padang. Terutama kebijakan tarif dasar air dari Perumda Air Minum.

“Dampak kebijakan mem­beri diskon 50 persen kepada pelanggan Perumda Air Minum memberi andil cukup besar terhadap inflasi,” hemat Rifat.

Baca Juga  Dekranasda Padang Belajar Galeri Kerajinan Lokal ke Dekranasda Jatim

Melihat kondisi tersebut, Analis Senior itu berharap Kota Padang dapat menjaga konsistensi tersebut. Serta terus menjaga momentum itu dengan baik.

Jangan Berlebihan Selama Bulan Puasa

Di sisi lain, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdako Padang, Indra Noveri dalam Rapat High Level Meeting TPID itu, juga mengungkapkan terkait bulan puasa yang identik dengan kebutuhan pa­n­gan masyarakat mening­kat pesat.

Bulan Ramadhan a­dalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Di bulan suci itu, umat Islam mencari amalan seba­nyak-banyaknya.

Selain itu, bulan puasa juga dianggap sebagai bulan penuh berkah bagi para pedagang. Terutama bagi pedagang makanan yang menyediakan takjil, serta pedagang pakaian yang berjualan menjelang lebaran nanti.

Tak heran jika pada saat bulan puasa, kebutuhan masyarakat terhadap pangan meningkat pesat. Permintaan meningkat, sementara pasokan ber­ku­rang. Akibatnya, kerap terjadi inflasi saat bulan puasa dan lebaran. Agar tidak terjadi inflasi berkepanja­ngan saat bulan Rama­dhan nanti, Pemerintah Kota Padang menumpangkan harapan kepada ulama.

“Di bulan puasa, memang konsumsi masya­rakat hanya dua kali sehari (saat sahur dan berbuka), namun volume yang dikonsumsi meningkat dari biasanya,” ungkap Indra Noveri.

Baca Juga  Terpilih secara Aklamasi, Fauzi Bahar Pimpin PB PGAI Sumbar Periode 2021-2026

Indra mengimbau kepada masyarakat untuk lebih banyak bersabar ketika bulan puasa. Tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan.

“Tentunya kita me­ngim­bau masyarakat agar lebih efektif dan bijak,” harapnya.

Agar imbauan ini da­pat menyasar kepada seluruh lapisan masyarakat, Kepala Bagian Perekonomin dan SDA itu menumpangkan harapan kepada seluruh ulama. Supaya ketika memberikan ceramah atau tausyiah kepada jemaah, ulama dapat menyampaikan pentingnya menjaga kesabaran saat berpuasa, terutama dalam mengonsumsi makanan dan minuman.

“Lewat ulama kita tumpangkan harapan dan tidak terjadi inflasi, dan deflasi pun dapat terus terjaga,” ujar Kabag Perekonomian dan SDA itu.

Rapat High Level Meeting TPID itu diikuti sejumlah BUMN dan instansi lainnya. Di antaranya seperti perwakilan dari Bank Indonesia, Bulog, BPS Kota Padang, MUI, Perumda AM Kota Padang, OPD terkait di Pemko Padang serta Pemprov Sumbar. (oza)