JAKARTA, METRO–Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) resmi mengumumkan transformasi besar terhadap struktur kompetisi internasional mulai 2027. Perubahan ini mencakup penambahan jumlah turnamen dalam kalender BWF World Tour hingga peningkatan total hadiah uang, sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing dan daya tarik bulu tangkis di level global.
Dalam format terbaru yang akan berlaku selama empat tahun, yakni 2027 hingga 2030, jumlah turnamen BWF World Tour bertambah menjadi 36 ajang per musim. Sebelumnya, kalender tur dunia hanya berkisar antara 26 hingga 31 turnamen.
Penambahan tersebut dipengaruhi oleh masuknya turnamen level Super 100 ke dalam rangkaian utama tur dunia. Selain itu, level elite Super 1000 juga bertambah satu dengan kehadiran Denmark Open yang kini sejajar dengan Malaysia Open, All England, Indonesia Open, dan China Open.
Dengan demikian, struktur BWF World Tour ke depan akan sepenuhnya terintegrasi dalam enam level kompetisi, yakni BWF World Tour Finals, lima turnamen Super 1000, lima Super 750, sembilan Super 500, delapan Super 300, serta delapan Super 100.
Tak hanya jumlah turnamen yang bertambah, format pertandingan pun mengalami perubahan signifikan, khususnya pada level Super 1000. Lima turnamen elite tersebut akan digelar selama 11 hari dan mencakup dua akhir pekan.
Di sektor tunggal, Super 1000 akan diikuti 48 pemain dengan sistem fase grup sebelum memasuki babak gugur. Sementara itu, sektor ganda tetap menggunakan sistem eliminasi langsung dengan 32 pasangan.
Secara finansial, BWF juga meningkatkan total hadiah uang tahunan yang diproyeksikan mencapai sekitar USD 26,9 juta. Rinciannya, hadiah untuk level Super 1000 naik menjadi USD 2 juta dari sebelumnya USD 1,45 juta pada 2026. Level Super 750 meningkat menjadi USD 1,1 juta, Super 500 menjadi USD 560 ribu, Super 300 sebesar USD 290 ribu, dan Super 100 naik menjadi USD 140 ribu.
Perombakan tak berhenti di BWF World Tour. Kejuaraan Dunia juga akan menerapkan fase grup guna memastikan setiap atlet tampil minimal dua kali. Sementara itu, Piala Sudirman serta Piala Thomas & Uber akan diikuti lebih banyak negara demi memperluas representasi internasional.
Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, menegaskan bahwa perubahan ini merupakan langkah strategis untuk membawa bulu tangkis ke level yang lebih tinggi di tengah persaingan industri olahraga global.
“Kami sedang membangun olahraga yang berbicara kepada generasi berikutnya. Setiap elemen, mulai dari format kompetisi dengan peningkatan hadiah uang, hingga strategi penyiaran dan rantai nilai sponsor, telah dirancang ulang untuk memenuhi tuntutan olahraga global sejati di abad ke-21,” ujar Leeswadtrakul.
Ia mengakui keputusan tersebut membutuhkan keberanian, namun diyakini menjadi fondasi penting bagi masa depan bulu tangkis.
“Ini adalah puncak dari visi bersama dan kemitraan kami dengan Infront untuk meningkatkan posisi global bulu tangkis dan membuka potensi penuhnya. Kami tidak hanya membentuk serangkaian turnamen, kami membentuk budaya, identitas, dan peluang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Leeswadtrakul menekankan pentingnya inovasi agar bulu tangkis tetap relevan di era modern.
“Masa depan bulu tangkis terletak pada kemampuan kita untuk berani, inklusif, dan relevan secara global. Ini adalah janji bagi bulu tangkis untuk menjadi olahraga global. Di dunia dengan pilihan hiburan yang tak terbatas, kita harus mendapatkan perhatian melalui kreativitas, teknologi, dan penceritaan. Bulu tangkis harus imersif, cerdas, dan tak terlupakan,” tegasnya.
Adapun daftar tuan rumah BWF World Tour 2027–2030 meliputi: Super 1000: Tiongkok, Denmark, Inggris, Indonesia, Malaysia. Super 750: Tiongkok, Prancis, Hong Kong, India, Jepang. Super 500: Australia, Jerman, Finlandia, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Thailand.
Super 300: Kanada, Taiwan, Prancis, Jerman, Makau, Swiss, Thailand, Amerika Serikat. Super 100: Tiongkok, Taiwan, India, Indonesia, Malaysia, Belanda, Filipina, Vietnam.
Transformasi ini menjadi penanda era baru bulu tangkis dunia, dengan kalender yang semakin padat dan kompetitif, serta ambisi besar menjadikan olahraga ini semakin kuat secara komersial maupun global. (*/rom)






