AGAM/BUKITTINGGI

Aiman Witjaksono: Wartawan Harus Solid Memajukan Indonesia

0
×

Aiman Witjaksono: Wartawan Harus Solid Memajukan Indonesia

Sebarkan artikel ini
KETERANGAN PERS— Aiman Witjaksono saat memberikan keterangan kepada wartawan di sela kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Serang, Provinsi Banten.

SERANG, METROPengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sekaligus wartawan senior nasional, Aiman Witjaksono menanggapi kembali bersatunya PWI setelah sempat terjadi dualisme.

Wakil Ketua Departemen Hukum dan HAM PWI Pusat itu juga menegaskan perlunya persatuan dari kalangan wartawan untuk ikut berpartisipasi mema­ju­kan bangsa.

”Memang seharusnya wartawan itu satu orga­ni­sasi, dalam artian PWI ini tidak terpecah. Bahwa ada pemikiran-pe­mikiran yang dinamis itu sudah fit­rahnya war­tawan. PWI dalam hal ini adalah PWI yang solid, ka­­rena ba­gai­­manapun juga tan­ta­ngan kita ke depan tidak ringan. Sa­ma-sama kita punya tujuan untuk me­majukan bang­sa Indonesia, kata Aiman di Serang, Minggu (8/2).

Baca Juga  PKK Reward Ketua PKK Nagari Kamang Magek

Ia menilai Indonesia punya titik kritis di 2034 dengan jumlah usia produktif akan berkurang setelahnya. Dengan artian generasi muda Indonesia akan menua.

”Jadi sampai 2034 itu harus kita kejar. Kalau tidak, maka lewat dari itu kita tidak bisa mengejar. Indonesia akan masuk ke dalam jebakan pendapatan kelas menengah atau middle in come trap,” katanya.

”Jadi untuk menjadi negara maju, itu hampir mustahil kalau tidak dikejar 2034. Oleh karena itu tidak ada pilihan, maka Indonesia harus mengejar itu dan wartawan, pers, itu harus bahu-membahu untuk memajukan Indonesia dengan caranya, tentu ya,” ujarnya.

Baca Juga  SAF 2021, Upaya Bangkitkan Budaya Minangkabau di Kabupaten Agam

Ia meminta wartawan tidak hanya berperilaku patuh tanpa kritisi untuk memberikan peran jur­nalisme.

”Sekali lagi bukan dengan cara misalnya mem­bebek penguasa, justru tetap harus mengingatkan su­paya kembali ke jalur yang benar. Jadi memajukan bang­sa Indonesia dengan nilai-nilai jurnalisme,” kata Aiman.

Ia menambahkan sikap kritis bagi wartawan menjadi hal yang harus selalu dijaga.

”Karena bagaimanapun juga untuk membangun bangsa tadi, tujuan kita, membutuhkan akal yang menyala. Akal yang menyala itu didapat dari kekritisan. Bukan sekadar berbicara, tapi punya data, punya fakta, punya logika, dan darinya muncul analisa,” pungkasnya. (pry)