PADANG, METRO–Puslat Satpam Wiratama Jaya Perkasa Sumatera Barat, kembali melakukan pelatihan satuan pengaman kualifikasi Gada Pratama angkatan 113. Pelatihan dibuka Kasubditsatpam AKBP Yudhi Prasetya Sucipto.
Direktur Operasional PT Wiratama Jaya Perkasa, Muhammad Bayu Abdullah, mengatakan pembukaan acara diklat di PT Wiratama Jaya Perkasa angkatan 113 berjalan sukses.
“Kami sebagai ketua penyelenggara memberikan pesan kepada peserta semuanya agar ikuti diklat dengan benar sehingga mendapatkan hasil yang maksimal,” ungkap Muhammad Bayu Abdullah, Senin (9/2).
Dikatakannya, seluruh perserta diklat diharapkan bisa mengikuti pelatihan dengan baik sehingga bisa mengimplementasikannya di dunia kerja. “Untuk yang sudah bekerja pesan kami untuk meningkatkan pelayan 5 S (salam, sapa, senyum, sopan dan santun). Satpam akan berhadapan dengan masyarakat secara langsung. Jangan sampai nantinya rekan-rekan tidak lebih baik di perusahaan yang ditempatkan,” ingat Muhammad Bayu Abdullah.
Dan yang belum bekerja, Bayu Abdullah mengatakan, ada peluang bagus dimana perusahaan baru saja mengembang sayap di Sulawesi Tengah. Dan, akan membutuhkan 200 sampai 300 Satpam.
“Kita telah melakukan kerjasama dengan perusahaan nikel, yang mau berjuang mari kita berangkat ke Sulawesi Tengah,” jelas Muhammad Bayu Abdullah.
“Untuk itu kita berharap kepada rekan rekan semua untuk melebaran sayap seluruh Indonesia tentunya bagaimana rekan rekan menjadi mental baja, kami memberikan kesempatan,” timpalnya.
Sementara itu Kasubditsatpam AKBP Yudhi Prasetya Sucipto, S.I.K., menjelaskan bahwa yang telah bekerja dan belum memiliki ijazah dan KTA Satpam, ini perlu dimiliki karena itu bentuk legalitas dari rekan rekan satpam.
Satpam itu adalah perpanjangan tangan dari Kepolisian, perlu legalitas resmi untuk melaksanakan pendidikan dan latihan.”Jadi legalitas untuk melakukan tugas satpam harus mempunyai ijazah dan kartu tañda anggota maka nanti silahkan diserap ilmu yang diajarkan,” jelas Yudhi Prasetya Sucipto.
“Kepada peserta diharapkan untuk dapat memaksimalkan ilmu dan kehadiran diutamakan, jaga etika, dan diminta kerjasama,” paparnya. (ped)






