BERITA UTAMA

Padang Jalani Tahapan Menuju Kota Gastronomi, Wako: Butuh 2 Tahun Menjadi Bagian UCCN

0
×

Padang Jalani Tahapan Menuju Kota Gastronomi, Wako: Butuh 2 Tahun Menjadi Bagian UCCN

Sebarkan artikel ini
TEKEN BERITA ACARA PMK3I— Wali Kota Padang Fadly Amran tanda tangani adendum Berita Acara Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I). Penandatanganan ini dilakukan di Gedung Film Pesona Indonesia, Senin (9/2), bersama Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kementerian Ekraf, Fahmy Akmal.

PADANG,METROMemulai tahapan me­nuju Kota Gastronomi dunia, Wali Kota Padang Fadly Amran tanda tangani adendum Berita Acara Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).

Penandatanganan ini dilakukan di Gedung Film Pesona Indonesia, Senin (9/2), bersama Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kementerian Ekraf, Fahmy Akmal.

Disampaikan Fadly Amran adendum Berita Acara ini didasari atas penilaian mendalam, yang merubah subsektor eko­nomi kreatif unggulan Kota Padang, dari seni pertunjukan menjadi subsektor kuliner.

“Kita sudah melakukan kajian mendalam, bersama seluruh stakeholder, dan disimpulkan kita beralih kepada subsektor kuli­ner. Hal ini sekaligus untuk memperkuat posisi Kota Padang dalam upaya menjadi kota gastronomi du­nia, dan menjadi bagian dari jejaring Unesco Creative Cities Network (UCCN),” beber Fadly Amran.

Baca Juga  Perampok Nenek Ternyata Keponakan Sendiri, Sempat Bersandiwara dan Temani Polisi Olah TKP, Ngaku Butuh Uang untuk Biaya Sekolah Anak

Fadly Amran menambahkan bahwa Kota Padang setidaknya membutuhkan waktu 2 tahun untuk menjadi bagian dari UCCN, dan mendapatkan rekognisi dunia sebagai kota gastronomi.

“Kita sudah hitung timeline nya, lebih ku­rang 2 tahun. Namun yang terpenting, Kota Padang su­dah on the track, dan semua ta­ha­pan menuju Kota Gastronomi dunia kita lewati dengan sebaik-baik­nya,” tambahnya.

Yuliana Rini dari Tim Pengembangan Kabupa­ten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif), mendukung perubahan subsektor lokomotif yang diajukan Kota Padang.

“Sejatinya Kota Padang itu core nya unik di kuliner, tapi pada pendataan pertama memang lebih ke seni pertunjukan. Namun de­ngan perkembangan cara penilaian saat ini, rasanya sudah tepat jika Kota Padang memilih subsektor kuliner sebagai lokomotif kota kreatifnya,” ungkap Yuliana Rini.

Baca Juga  Jadi Akses Utama, Warga Diimbau tidak Melintas Sitinjau Lauik Kecuali Mendesak, Pemprov Sumbar Perketat Arus Padang-Solok

Ditambahkan Yuliana Rini Padang adalah kota kedua setelah Yogyakarta yang melakukan adendum perubahan subsektor lokomotif dari aplikasi dan game menjadi subsektor seni rupa pada tahun 2024. (oza)