PADANG, METRO–Kodaeral ll untuk yang kedua kalinya kembali melaksanakan Watzah terhadap Jenazah Prajurit TNI Angkatan Laut Batalyon 9 Marinir Lampung.
Korban Praka Mar (Anm) Genta Al Akbar gugur dalam tugas akibat tanah longsor Sabtu (24/1), saat melaksanakan latihan di wilayah kaki Gunung Burangrang Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.
“Pemakaman jenazah Prajurit Marinir atas nama Praka Mar (Anm) Genta Al Akbar Nrp. 136464 kali ini dilaksanakan di TPU Desa Hiang Lestari, Kecamatan. Sitinjau Laut , Kabupaten, Kerinci, Provinsi, Jambi pada hari Sabtu (7/2),” ungkap Kadispen Kodaeral II Letkol Laut (KH) Rizaldi.
Dijelaskan Rizaldi, almarhum merupakan salah seorang anggota yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Gel Vll Yonif 9 Marinir yang gugur diantara 23 personel Marinir lainnya saat melaksanakan latihan di wilayah Cisarua Kabupaten, Bandung Barat.
Upacara penyambutan jenazah di bandara BIM, Upacara persemayaman di rumah duka dan Upacara Pemakaman secara Militer dipimpin oleh Irup yaitu Danyonmarhanlan ll Padang Letkol Marinir Afrison Taufik.
“Hal ini merupakan wujud penghargaan dan penghormatan negara kepada Jenazah Almarhum,” ujar Kadispen Kodaeral II Letkol Laut (KH) Rizaldi.
Unsur Pasukan yang turut pada Upacara tersebut antara lain 1 SST Gabungan Kodaeral II dan Yonmarhanlan ll, 1 Ton Kodim 0417 Kerinci, Persit Kodim 0417 Kerinci dan Perangkat Upacara dari Kodaeral II.
Pukul 09.15 WIB Upacara Pemakaman selesai dilaksanakan dalam keadaan aman, tertib dan lancar.
Sebelumnya sebanyak 23 orang prajurit Marinir TNI AL tertimbun longosr di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Empat prajurit di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan, peristiwa itu terjadi saat para personel sedang latihan pratugas.
“Mereka sedang melaksanakan latihan pratugas untuk dikirim melaksanakan Pam Perbatasan RI-PNG (Indonesia-Papua Nugini), memang dilaksanakan latihan di sana,” kata Ali di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1) lalu.
Menurut dia, hujan lebat mengguyur selama hampir dua malam di lokasi kejadian. Hal itu mengakibatkan longsor dan menimpa satu desa. Saat kejadian, kata dia, ke-23 prajurit Marinir sedang berlatih di sana. Dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya ditemukan dalam meninggal.
“Memang terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor. Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan lain belum ditemukan,” ujarnya.
Dia mengatakan upaya pencarian terus dilakukan. Menurutnya, alat berat belum bisa masuk ke lokasi karena kondisi cuaca dan akses jalan.
“Alat berat memang belum bisa masuk, karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil. Tapi ini akan kita laksanakan pencarian dengan teknologi dengan drone dan thermal dan anjing pelacak,” tutur Ali.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan korban tewas longsor Cisarua, Bandung Barat, bertambah menjadi 17 orang. Sebanyak 11 jenazah di antaranya berhasil teridentifikasi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan tim SAR gabungan telah menyerahkan total 25 kantong jenazah pada Minggu (25/1). (ped)






