PAYAKUMBUH/50 KOTA

Musrenbang Jadi Wadah Strategis Menyerap Aspirasi

2
×

Musrenbang Jadi Wadah Strategis Menyerap Aspirasi

Sebarkan artikel ini
USAI—Sekda usai membuka musrenbang kecamatan Payakumbuh Timur

PAYAKUMBUH, METRO–Sekda Kota Payakumbuh Rida Ananda mewa­kili Wali Kota, Zulmaeta menghadiri Musrenbang Kecamatan Payakumbuh Timur Tahun Perencanaan 2027 di Aula SKB Kota Pa­yakumbuh, Kelurahan Pa­dang Alai Bodi, baru-baru ini. “Musrenbang menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi ma­syarakat secara berjenjang dan partisipatif, mulai dari tingkat RT/RW hingga kelurahan,” kata Sekda Rida.

Ia menyebut Musrenbang kelurahan di sembilan kelurahan se-Kecamatan Payakumbuh Timur telah berlangsung pada 6–22 Januari 2026 sebagai tahapan awal penyusunan RKPD 2027. “Pemerintah daerah mengapresiasi lurah, fasilitator perencana kelurahan, serta seluruh unsur masyarakat yang aktif mengawal proses perencanaan berbasis bot­­tom-up,” ujarnya.

Rida menekankan Pem­ko Payakumbuh ingin memastikan program pembangunan 2027 benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat. “Kebutuhan pembangunan tinggi, sementara kemampuan keuangan daerah terbatas. Karena itu, program prioritas harus dipilih secara selektif,” katanya.

Ia mengingatkan agar penggunaan anggaran berjalan efisien, efektif, transparan, dan akuntabel, serta selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan pro­vin­si.”­Musrenbang 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kota Pa­yakumbuh 2025–2029 yang telah diselaraskan dengan RPJPD 2025–2045 serta prioritas nasional dan pro­­­vi­nsi,” ujarnya.

Dalam kesempatan i­tu, Rida juga menyampaikan indikator makro dae­rah, di antaranya pertumbuhan ekonomi Kota Pa­yakumbuh pada 2024 se­besar 4,53 persen. “Angka kemiskinan tahun 2025 turun menjadi 4,95 persen dari 5,19 persen pada 2024 dan lebih rendah dari ra­ta-rata provinsi,” katanya.

Rida menyampaikan sejumlah persoalan di Kecamatan Payakumbuh Ti­mur, seperti 740 KK pada desil 1, 54 balita stunting, 801 keluarga berisiko stun­ting, 12 KK belum memiliki akses air minum layak, serta 53 KK belum memi­liki jamban sehat. “Data ini harus segera diintervensi oleh perangkat daerah teknis sesuai kewena­ngan,” ujarnya.

Ia menyebut Musrenbang terintegrasi dengan rembug stunting, sementara prevalensi stunting Kota Payakumbuh pada 2024 masih berada pada angka 16,4 persen. Selain itu, pemerintah daerah mendorong pengemba­ngan UMKM, optimalisasi potensi pertanian, pe­ningkatan layanan publik melalui PATEN, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hurisna Jam­hur juga menyampaikan sejumlah aspirasi prioritas masyarakat yang masuk melalui Musrenbang kelurahan dan reses anggota DPRD. “Aspirasi prioritas masyarakat antara lain normalisasi Sungai Batang Agam dan Batang Sikali guna mencegah banjir dan melindungi lahan pertanian,” kata Hurisna. (uus)