BERITA UTAMA

Nekat Berenang ke Tengah Sungai Batanghari, Bocah 11 Tahun Ditemukan tak Bernyawa

9
×

Nekat Berenang ke Tengah Sungai Batanghari, Bocah 11 Tahun Ditemukan tak Bernyawa

Sebarkan artikel ini
KORBAN HANYUT— Andre (11) korban hanyut yang ditemukan tewas setelah 1,5 jam pencarian.

DHARMASRAYA, METROSuasana duka menyelimuti Jorong Muaro Mau, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, setelah seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Batanghari, Sabtu (7/2).

Korban yang diketahui bernama Andre (11), merupakan anak dari pasangan Humaria dan Agus. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, saat Andre berenang bersama tiga orang temannya di aliran Sungai Batanghari.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dharmasraya, Suherman Junaidi, menjelaskan bahwa sebelum tenggelam, korban sempat berenang menuju bagian tengah sungai yang terdapat batu karang.

“Korban ini berenang bersama tiga temannya, kemudian menuju bagian tengah sungai yang terdapat batu karang. Namun sebelum sampai ke lokasi tersebut, Andre diduga kelelahan dan tenggelam hingga tidak terlihat lagi oleh teman-temannya,” ujarnya.

Melihat Andre tak kunjung muncul ke permukaan, teman-temannya panik dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar pada pukul 12.30 WIB. Warga setempat langsung melakukan pencarian awal dengan cara menyelam dan menyusuri aliran sungai.

Laporan mengenai pe­ris­tiwa orang tenggelam itu kemudian diterima BPBD­ Dharmasraya sekitar pukul 13.00 WIB. Tim BPBD bersama unsur TNI/Polri dan masyarakat segera menuju lokasi untuk me­la­kukan pencarian dan pe­nyelaman di titik yang di­duga menjadi lokasi korban tenggelam.

“Setelah dilakukan pencarian intensif, korban akhir­nya ditemukan sekitar pukul 14.35 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” kata Suherman.

Usai ditemukan, je­na­zah Andre langsung dievakuasi menggunakan kendaraan BPBD dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Atas kejadian tersebut, pihak BPBD mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan ter­­ha­dap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sungai. Kondisi arus dan kedalaman Sungai Batanghari, menurutnya, berpotensi membahayakan keselamatan, khususnya bagi anak-anak.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi ma­sya­rakat untuk lebih waspada terhadap risiko yang dapat terjadi di kawasan perairan terbuka. (dpr)