SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Ditinggal Salat Isya, Rumah Okwanir Dibobol Maling, 10 Emas Raib

10
×

Ditinggal Salat Isya, Rumah Okwanir Dibobol Maling, 10 Emas Raib

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO, METROSebuah aksi pencurian kembali mengusik ketenangan warga Kota Sawahlunto. Kali ini, rumah milik Okwanir (58), warga Desa Santur, Kecamatan Barangin, menjadi sasaran pelaku saat ditinggal pemiliknya menunaikan ibadah salat Isya, Kamis (5/2) malam.

Peristiwa itu terjadi ketika Okwanir bersama istrinya pergi ke masjid yang berjarak beberapa ratus meter dari rumahnya. Seperti rutinitas biasa, keduanya berangkat usai azan Magrib dan kembali lagi untuk salat Isya.

Tanpa rasa curiga sedikit pun, Okwanir meninggalkan rumah dalam ke­adaan terkunci. Namun sekembalinya dari masjid, ia mendapati kondisi rumah sudah berbeda.

“Tiba di rumah, saya lihat lampu luar dan lampu ruangan mati. Pintu rumah sedikit terbuka. Padahal berangkat ke masjid pintu di­­kunci,” ujar Okwanir men­ceritakan kejadian yang dialaminya.

Merasa ada yang tidak beres, ia segera masuk dan menyalakan lampu. Pemandangan di dalam rumah membuatnya semakin terkejut. Dompet dan tas yang sebelumnya disimpan rapi di dalam lemari sudah berpindah tempat, tergeletak di atas dan di samping sepeda motor yang terparkir di ruang tamu.

Lebih parah lagi, perhiasan emas miliknya yang diperkirakan berjumlah sekitar 10 emas telah raib. Diduga pelaku masuk dengan cara merusak atau mengupak kunci pintu rumah.

Malam itu juga, Okwanir langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Petugas kemudian mendatangi lo­kasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti serta melakukan pe­nye­lidikan lebih lanjut.

Menanggapi peristiwa tersebut, Camat Barangin, Irma Mulyadi, turun langsung ke rumah korban untuk melihat kondisi dan memberikan dukungan. Ia juga menyoroti maraknya kasus pencurian yang belakangan terjadi di wila­yahnya.

“Kami Pemerintah Kecamatan Barangin menghimbau desa dan kelurahan agar meningkatkan sis­tem keamanan lingkungan dan memberdayakan peran Linmas di desa dan kelurahan,” ajak Irma.

Ia berharap, dengan peningkatan kewaspadaan serta penguatan sistem keamanan lingkungan, kasus serupa tidak kembali terulang dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih tenang. (pin)