PADANG, METRO—Pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi sebagai bagian dari Jalan Tol Padang–Pekanbaru memasuki fase penting dalam perencanaan jangka menengah. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan ruas tol tersebut dapat diselesaikan dan mulai beroperasi pada 2031, dengan catatan seluruh tahapan perencanaan dan pelaksanaan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan sejak awal.
Target tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum, Rachman Arief Dienaputra, dalam rapat lanjutan percepatan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi yang digelar di Kementerian PU, Selasa (3/2). Rapat tersebut melibatkan unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Rachman menjelaskan, pengoperasian ruas tol Sicincin–Bukittinggi pada 2031 masih membuka peluang percepatan. Ia menegaskan, target tersebut dapat dimajukan hingga 2029 apabila seluruh aspek teknis, pendanaan, serta koordinasi lintas sektor dapat berjalan optimal sejak tahap awal perencanaan hingga konstruksi.
“Pengoperasian ruas ini dimungkinkan pada 2031. Namun, terdapat peluang percepatan menjadi 2029 sepanjang dukungan teknis, pendanaan, dan koordinasi lintas sektor dapat berjalan optimal sejak tahap awal,” ujar Rachman, dikutip Rabu (4/2).
Dalam rapat lanjutan tersebut juga dipaparkan estimasi kebutuhan investasi pembangunan Jalan Tol Seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi yang mencapai Rp25,23 triliun. Proyek ini akan dilaksanakan oleh PT Hutama Karya melalui skema penugasan, sejalan dengan pengembangan jaringan Jalan Tol Padang–Pekanbaru yang menjadi salah satu proyek strategis nasional.
Selain membahas target waktu dan skema pendanaan, rapat juga mengulas berbagai tahapan teknis yang telah dan akan dilakukan. Tahapan tersebut meliputi survei topografi, survei geoteknik, serta penyusunan rekomendasi teknis yang menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan jalan tol di wilayah Sumatera Barat (Sumbar).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menilai kehadiran ruas tol tersebut sangat dibutuhkan sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sumbar.
Mahyeldi menekankan, jalan tol ini akan berperan strategis dalam mengurangi ketergantungan pada jalur nasional Padang–Bukittinggi yang selama ini kerap mengalami gangguan akibat bencana alam, seperti banjir dan longsor. Menurutnya, keberadaan jalan tol akan memberikan alternatif jalur yang lebih andal dan aman bagi mobilitas masyarakat.
“Kami menyambut baik target dan komitmen pemerintah pusat dalam pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi. Infrastruktur ini sangat penting untuk memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat ke depan,” kata Mahyeldi.
Ia menambahkan, Pemprov Sumbar siap memberikan dukungan sesuai kewenangan daerah agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. Dukungan tersebut mencakup koordinasi lintas sektor serta berbagai proses yang dibutuhkan dalam tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
“Insya Allah, kami siap mendukung sesuai kewenangan yang dimiliki daerah,” tegas Mahyeldi.
Rapat lanjutan percepatan pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk memastikan pembangunan infrastruktur strategis nasional dapat dilaksanakan secara terukur, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
“Kami menyambut baik target dan komitmen pemerintah pusat dalam pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi. Infrastruktur ini sangat penting untuk memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat ke depan,” kata Mahyeldi.
Ia menambahkan, Pemprov Sumbar siap memberikan dukungan sesuai kewenangan daerah agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. Dukungan tersebut mencakup koordinasi lintas sektor serta berbagai proses yang dibutuhkan dalam tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
“Insya Allah, kami siap mendukung sesuai kewenangan yang dimiliki daerah,” tegas Mahyeldi.
Rapat lanjutan percepatan pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk memastikan pembangunan infrastruktur strategis nasional dapat dilaksanakan secara terukur, terkoordinasi, dan berkelanjutan. (*)






