PADANG, METRO—Satu unit alat berat ekskavator terlepas dari truk pengangkut saat melintas di Jalur Sitinjau Lauik, Jalan Padang-Solok, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu (4/2).
Situasi tersebut sontak memicu kepanikan. Sejumlah kendaraan, termasuk mobil pribadi dan bus, terlihat berhenti tepat di belakang truk pengangkut alat berat tersebut.
Para penumpang dan pengendara berhamburan keluar dari kendaraan masing-masing untuk menyelamatkan diri, khawatir tertimpa alat berat yang jatuh. Beruntung, alat berat tersebut justru terguling ke sisi jalan dan tidak menimpa kendaraan yang berada di belakangnya.
Setelah kondisi dirasa aman, para pengendara kembali masuk ke kendaraan untuk segera memindahkan posisi mobil mereka menjauh dari lokasi kejadian.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ekskavator lepas dari truk trailer tersebut menyebabkan arus lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik mengalami kepadatan sementara.
Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, menjelaskan bahwa kepadatan arus lalu lintas terjadi sesaat setelah kejadian. Namun, kondisi tersebut tidak sampai menimbulkan kemacetan total di jalur Padang–Solok.
“Lalu lintas padat, tapi tidak macet. Kendaraan dari dua arah masih bisa bergerak,” ungkap AKP Riwal saat dihubungi wartawan, Rabu (4/2).
Menurut AKP Riwal, eksavator terlepas diduga karena truk trailer tidak kuat menanjak di jalur Sitinjau Lauik. Akibatnya, truk sempat mundur ke arah bibir jalan hingga alat berat tersebut terlepas dari pengangkutnya.
“Truk tidak kuat menanjak. Sekarang truk dan ekskavator sudah dievakuasi,” katanya.
AKP Riwal memastikan bahwa saat ekskavator terlepas dari truk trailer, tidak ada kendaraan lain yang tertabrak. Meski demikian, situasi di lokasi kejadian sempat membuat para pengendara dan penumpang panik.
“Tidak ada korban jiwa maupun kendaraan lain yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut. Setelah proses evakuasi truk trailer dan ekskavator selesai dilakukan, arus lalu lintas di Jalur Padang–Solok berangsur kembali normal,” pungkasnya. (*)






