METRO PADANG

Andre Rosiade Apresiasi Dony Oskaria, Danantara Bangun Ratusan Huntara Korban Bencana di Sumbar

9
×

Andre Rosiade Apresiasi Dony Oskaria, Danantara Bangun Ratusan Huntara Korban Bencana di Sumbar

Sebarkan artikel ini
PEMBANGUNAN HUNTARA— Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, saat mengunjungi hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat.

PADANG, METRO–Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ­Andre Rosiade mengapresiasi langkah cepat Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Dony Oska­ria dalam menginisiasi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat. Program serupa juga dilaksanakan di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Andre menilai langkah Dony Oska­ria layak diapresiasi. Kecepatan respons dalam situasi darurat. Pemba­ngunan huntara dilakukan sejak fase awal pascabencana sehingga masyarakat tidak berlarut-larut hidup dalam kondisi darurat tanpa kepastian tempat tinggal.

Andre menilai Dony Oskaria paham skala dan ketepatan sasaran pembangunan. Program hun­tara dirancang dalam jumlah besar dan menyasar langsung wilayah terdampak bencana seperti Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, dan berikut Kabupaten Lima Puluh Kota. Pendekatan ini dinilai mampu mendorong pemulihan yang lebih merata dan tidak terpusat pada satu daerah.

Juga sangat terlihat perhatian terhadap kualitas hidup penyintas atau korban bencana. Pemba­ngunan huntara tidak hanya berfokus pada penyediaan bangunan fisik, tetapi juga dilengkapi fasilitas sosial seperti balai pertemuan, lapangan olahraga, dan ruang bermain anak untuk mendukung pemulihan psikososial warga pascabencana.

“Ini bukan sekadar mem­bangun tempat tinggal sementara, tetapi mem­bangun kembali kehidupan masyarakat yang terdampak. Komisi VI DPR RI akan terus mengawal agar pembangunan hun­tara ini berjalan tuntas dan berkelanjutan,” ujar Andre yang juga Wakil Ketua  Fraksi Gerindra.

Andre Rosiade menegaskan, keterlibatan Da­nantara dalam penanganan dampak bencana men­cerminkan kehadiran negara yang nyata dan responsif, khususnya dalam menjawab kebutuhan pa­ling mendesak masyarakat akan hunian yang layak dan aman.

Pembangunan huntara di Sumbar difokuskan pada wilayah-wilayah terdam­pak banjir dan bencana hidrometeorologi. Program ini menjadi bagian penting dari upaya percepatan pemulihan pascabencana sekaligus memberikan kepastian hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Andre juga mendorong agar pembangunan hun­tara diperluas ke daerah lain yang masih membutuhkan. Menurutnya, besar­nya dampak bencana me­nuntut kesinambungan pro­gram agar pemulihan dapat berjalan secara me­nyeluruh.

“Kita dorong agar pembangunan huntara menjangkau lebih banyak dae­rah. Prinsipnya, negara harus hadir secara cepat dan berkelanjutan,” kata­nya.

Andre menambahkan, berdasarkan data yang diterima Komisi VI DPR RI, masih dibutuhkan sekitar 500 unit huntara tambahan untuk wilayah Agam, Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Komisi VI DPR RI akan terus mengawal penyelesaian pembangunan hun­tara di seluruh Sumatera Barat agar seluruh penyintas bencana dapat segera menempati hunian yang layak dan manusiawi,” ujar Andre yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Melalui percepatan pembangunan huntara ini, diharapkan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat dapat berlangsung lebih terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan, dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. (*)