SOLOK, METRO—Pemerintah Kabupaten Solok terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sektor olahraga. Salah satunya melalui pembinaan atlet usia dini. Hal tersebut ditandai dengan pembukaan Pelatihan Instruktur Identifikasi dan Deteksi Bakat Olahraga Siswa Kabupaten Solok Tahun 2026 yang diselenggarakan di Hall GOR Batu Batupang.
Wakil Bupati Solok, Candra memberikan motivasi dan semangat kepada para siswa yang mengikuti deteksi bakat olahraga. Ia menyapa peserta dengan penuh antusias dan disambut jawaban kompak dari para siswa. “Alhamdulillah, dengan kegiatan seperti ini kita berharap akan lahir atlet-atlet hebat dari Kabupaten Solok. Akan ada penerus Taufiq Hidayat, bahkan mungkin lahir Ronaldo dan Messi baru dari daerah kita,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa pembinaan olahraga menjadi salah satu prioritas utama dalam visi dan misi kepemimpinan Jon Firman Pandu–Candra, selain bidang agama dan adat. Dalam kurun waktu kurang dari 100 hari masa kepemimpinan, Pemerintah Kabupaten Solok telah mengaktifkan kembali hampir seluruh cabang olahraga. “Dari 43 cabang olahraga, sebanyak 37 cabang telah menerima Surat Keputusan kepengurusan, sementara 6 cabang lainnya masih dalam proses. Ini bentuk komitmen nyata kami dalam membina olahraga,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa KONI Kabupaten Solok yang sempat vakum lebih dari empat tahun kini kembali diaktifkan. Ke depan, seluruh anak usia 12 tahun direncanakan mengikuti tes deteksi bakat olahraga berbasis aplikasi digital guna memetakan potensi dan mencetak generasi atlet masa depan secara terarah.
Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Solok juga menyatakan kesiapan mendukung dan menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, termasuk melakukan seleksi ketat seluruh cabang olahraga serta menyatakan kesanggupan menjadi tuan rumah penyelenggaraan.
Sementara itu, Prof. Dr. Syahrial Bachtiar selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 16 guru olahraga yang akan dibekali kemampuan sebagai instruktur sekaligus pencari bakat siswa.
“Hari ini peserta memasuki tahap praktik. Nantinya data kemampuan fisik dan potensi siswa akan dimasukkan ke dalam sistem sehingga bakat olahraga mereka dapat teridentifikasi secara ilmiah dan terukur,” terangnya. (vko)






