OLAHRAGA

Scorpion Kick Solanke Selamatkan Spurs dari Kekalahan atas Man City

2
×

Scorpion Kick Solanke Selamatkan Spurs dari Kekalahan atas Man City

Sebarkan artikel ini
TENDANGAN KALAJENGKING— Tendangan unik Dominic Solanke selamatkan Tottenham Hotspur dari kekalahan.

TOTTENHAM Hotspur me­­­nunjukkan mental baja saat menahan imbang Manchester City 2-2 dalam laga sengit di markas Spurs, Minggu (1/2). Sempat tertinggal dua gol lebih dulu, The Lilywhites bangkit lewat penampilan gemilang Dominic Solanke, termasuk satu gol spektakuler melalui tenda­ngan kalajengking yang menjadi sorotan.

Manchester City tampil dominan sejak awal pertandi­ngan. Tim asuhan Pep Guardiola langsung membuka keunggulan pada menit ke-11 melalui aksi Rayan Cherki. Gelandang muda asal Prancis yang direkrut dari Lyon itu kembali membuktikan kualitasnya sebagai salah satu investasi sukses City musim ini.

Tekanan City berlanjut hingga menjelang turun minum. Memanfaatkan celah koordinasi di lini belakang Spurs, Antoine Semenyo menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-44. Keunggulan tersebut membuat City tampak berada di atas angin.

Namun, situasi berubah drastis di babak kedua. Pelatih Tottenham, Thomas Frank, melakukan penyesuaian taktik yang membuat timnya tampil lebih agresif dan berani menekan.

Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-53 ketika Dominic Solanke, yang baru pulih dari cedera panjang, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Gol tersebut membakar semangat tuan rumah untuk terus menekan.

Puncaknya terjadi pada menit ke-70. Menerima umpan silang Conor Gallagher dari sisi kanan, Solanke melakukan improvisasi luar biasa. Meski posisi bola berada di belakang tubuhnya, ia melepaskan tenda­ngan scorpion kick yang me­lambung melewati Gianluigi Donnarumma dan bersarang di gawang City. Gol akrobatik itu langsung memicu sorak sorai publik tuan rumah.

Meski kebobolan dua gol, Donnarumma sejatinya tampil solid dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang emas Wilson Odobert dan Xavi Simons di menit-menit akhir. Namun, rapuhnya koordinasi lini belakang City—meski sudah di­perkuat Marc Guehi—membuat mereka gagal mengamankan tiga poin.

Hasil imbang ini berdam­pak pada persaingan papan atas Premier League. City kini terpaut enam poin dari Arsenal yang sehari sebelumnya me­raih kemenangan atas Leeds United.

Thomas Frank mengaku puas dengan respons dan daya juang anak asuhnya. Menurutnya, performa impresif di babak kedua bukan hal baru, ha­nya kali ini timnya berhasil mengonversinya menjadi poin.

“Akhirnya kami mendapatkannya (poin), karena saya dapat menunjukkan beberapa babak kedua yang hebat saat melawan Bournemouth, West Ham, dan Villa, tapi kami tidak mendapat hasil. Padahal para pemain telah memberikan segalanya,” ujar Frank kepada NBC Sports.

Di sisi lain, Pep Guardiola tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya, terutama terkait proses gol kedua Spurs. Ia menilai ada pelanggaran terhadap Marc Guehi yang luput dari perhatian wasit.

“Apa lagi yang bisa saya katakan? Marc (Guehi) me­nguasai bola dan ditendang dari belakang, lalu terjadi gol. Apa lagi?” kata Guardiola.

Meski demikian, Guardiola tetap optimistis dalam perburuan gelar musim ini.

“Selisih enam poin dan masih ada 14 pertandingan tersisa. Itu jumlah yang banyak. Kami bermain di level tinggi, hanya saja kami kurang konsisten saat tim lain mampu me­lakukannya,” tambahnya.

Hasil ini memastikan persaingan gelar Premier League semakin terbuka, sementara Tottenham kembali menunjukkan bahwa mereka tak bisa dipandang sebelah mata, terutama ketika bermain di hadapan pendukung sendiri. (*/rom)