BERITA UTAMA

Iringi Ambulans, Gran Max Terjun ke Jurang di Kelok 9, Sopir dan Enam Penumpang Luka Parah

9
×

Iringi Ambulans, Gran Max Terjun ke Jurang di Kelok 9, Sopir dan Enam Penumpang Luka Parah

Sebarkan artikel ini
MASUK JURANG— Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban kecelakaan mobil Gran Maz masuk jurang di Kelok 9, Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO Mobil Daihatsu Gran Max terjun ke jurang sedalam 15 Meter di kawasan Kelok 9, Jalan Lintas Sumbar-Riau KM 22, Jorong Aia Putiah, Kenagarian Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabu­paten Limapuluh Kota, Sabtu (31/1) sekitar pukul 08.21 WIB.

Akibat kecelakaan yang mengerikan itu, sopir dan enam orang penum­pangnya mengalami luka yang parah. Para korban sempat be­berapa jam di dasar jurang, karena evakuasi mem­bu­tuh­kan peralatan khu­sus. Meski begitu, dipastikan tidak ada korban jiwa da­lam insiden ini.

Seluruh korban yang mengalami luka-luka setelah berhasil dievakuasi dari dasar jurang, langsung dibawa ke pelayanan medis terdekat untuk mendapatkan perawatan. Lima orang dibawa ke RSUD Adnan WD Payakumbuh dan dua orang dibawa ke Puskesmas Tanjung Pati.

Kepala Pos SAR Lima­puluh Kota, Roni Nur mengatakan, pihaknya menerima informasi pertama kali dari anggota dewan terkait adanya mobil masuk jurang di Kelok 9. Peristiwa bermula saat mobil Grand Max tersebut melaju dari arah Pekanbaru menuju Payakumbuh.

“Setibanya di lokasi kejadian, cuaca sedang gerimis yang mengakibatkan kondisi aspal menjadi licin. Pengemudi diduga kehilangan kendali atas kendaraannya hingga mobil terperosok ke dalam jurang di titik koordinat 0° 4’34.­70″S-100°41’52.45″T,” kata Roni Nur, Minggu (1/2).

Dijelaskan Roni Nur, merespons laporan tersebut, lima personel dari Tim Rescue Pos SAR Limapuluh Kota segera diberangkatkan menuju lokasi dengan jarak tempuh sekitar 26,8 kilometer. Tim dibekali dengan peralatan khusus, mulai dari peralatan ekstrikasi, peralatan vertikal untuk medan curam, hingga peralatan medis dan evakuasi.

“Proses evakuasi sempat menghadapi tantangan akibat kondisi geogra­fis. Faktor penghambat uta­ma di lapangan adalah kondisi jurang yang cukup dalam dan terjal. Seluruh korban berhasil dievakuasi dari dasar jurang,” ujar Roni Nur.

Roni Nur merinci, tujuh orang korban masing-masing bernama Yuli Mayang Sari (32) asal Jalan Kuantan 1 Kota Pekanbaru, yang mengalami cidera patah bagian paha kiri, dan tangan kiri dibawa ke RSUD Adnan WD.  Ahmat Syahroni (27) asal Jalan Pemprov Pekanbaru, yang mengalami cedera bagian kepala, dada, tulang punggung patah dan kaki bagian kiri mengalami cidera, juga dibawa ke RSUD Adnan WD.

Fairel (10), asal Pekanbaru, dibawa ke Puskesmas Tanjung Pati. Alvino (8), asal Pekanbaru, mengalami cedera bagian kaki dan luka dibawa ke RSUD Adnan WD. Mutiara amanda (21) asal Pekanbaru, mengalami luka bagian kaki dan tangan dibawa ke RSUD Adnan WD. Septia Rahayu (24) asal Pekanbaru, mengalami luka dibagian kaki dan tangan dibawa ke RSUD Adnan WD serta Rendi Admi (28) asal Pekanbaru, dibawa ke Puskesmas Tanjung Pati.

“Mobil yang masuk jurang ini melaju mengiringi mobil ambulans menuju Payakumbuh, dimana keluarga korban ada yang  me­ninggal,” tutur dia.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Limapuluh Kota, AKP Zarwiko Irzal mengatakan, kecelakaan tunggal mobil Gran Max masuk jurang ini diduga akibat sopir mobil Ahmat Syahroni ti­dak menguasai kondisi ja­lan yang dipenuhi tikungan tajam.

“Mobil melaju kencang mengiringi mobil ambulans di depannya. Setiba di lokasi hilang kendali dan tidak bisa mengerem sehingga menabrak jembatan. Akhir­­­nya kendaraan masuk ke dalam jurang di bawah jembatan tersebut,” ungkap Iptu Zarwiko.

Iptu Zarwiko menuturkan, saat kejadian kondisi aspal dalam keadaan ba­sah akibat gerimis. Meski demikian, jarak pandang pengemudi relatif bebas dan arus lalu lintas cukup ramai.

“Akibat benturan keras dan terjun ke jurang, mobil mengalami kerusakan berat pada bagian depan dan bodi. Sopir dan enam penumpanganya mengalami luka-luka. Saat ini seluruh korban masih menjalani perawatan intensif,” tutup dia. (uus)