METRO PADANG

Pewarta Foto Antara Sumbar Luncurkan Buku Orang-orang Bermata Biru di Minangkabau

4
×

Pewarta Foto Antara Sumbar Luncurkan Buku Orang-orang Bermata Biru di Minangkabau

Sebarkan artikel ini
PELUNCURAN BUKU— Pewarta Foto Antara Biro Sumatera Barat (Sumbar), Iggoy El Fitra, meluncurkan buku antologi berjudul “Orang-orang Bermata Biru dari Minangkabau dan Kisah-kisah Lainnya”, DI Pustaka Steva, Nanggalo, Kota Padang pada Sabtu (31/1) malam.

PADANG, METROPewarta Foto Antara Biro Sumatera Barat (Sumbar), Iggoy El Fitra, meluncurkan buku antologi berjudul “Orang-orang Bermata Biru dari Minangkabau dan Kisah-kisah Lainnya” pada Sabtu (31/1) malam.

Peluncuran buku tersebut digelar di Pustaka Steva, Nanggalo, Kota Padang, yang dikenal sebagai ruang kolektif literasi. Acara dihadiri langsung oleh penulis Iggoy El Fitra serta Kepala Biro Antara Sumbar, Syarif Abdullah.

“Buku ini berisi kumpulan feature jurnalistik yang pernah saya buat dan ditayangkan di Antara sejak 2009 sampai 2023,” kata Iggoy dalam sambutannya.

Iggoy yang juga dikenal sebagai penggagas orga­nisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Padang menyebutkan, proses penggarapan buku tersebut berlangsung cukup panjang. Buku ini adalah manifestasi dari kegelisahannya selama bertugas di lapangan. Ia ingin mematahkan stigma bahwa satu foto sudah cu­kup mewakili ribuan kata.

“Selain memotret, pewarta foto juga harus bisa menulis. Karena dalam satu foto tidak bisa mewakili seribu kata, dia harus dijelaskan dan dipaparkan agar tidak ada misinterpretasi dari pembaca. Buku ini adalah upaya saya mengampanyekan gerakan Pewarta Foto Menulis,” ujar Iggoy di sela a­cara peluncuran.

Proses kelahiran buku ini ternyata memiliki cerita tersendiri. Iggoy mengungkapkan bahwa naskah ini telah digarap serius sejak lima tahun lalu dengan proses kurasi yang ketat.

“Buku ini saya mulai garap sekitar tahun 2020, namun pengumpulan kar­yanya sudah jauh sebelum itu karena saya harus menyortir tulisan-tulisan lama sejak tahun 2007. Se­telah dipilah, yang layak masuk hanya karya dari tahun 2009,” jelasnya.

Sedianya, buku ini diluncurkan bertepatan dengan HUT ke-88 ANTARA pada Desember 2025. Namun, rencana itu harus tertunda karena bencana banjir bandang yang melanda Padang akhir tahun lalu, di mana Iggoy turut menjadi korban terdam­pak.

Di dalam buku setebal 183 halaman itu terdapat lebih dari 30 tulisan yang mengangkat beragam peristiwa serta kisah menarik di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Salah satu kisah yang menjadi judul buku adalah cerita tentang warga Minangkabau yang memiliki mata berwarna biru, bukan karena faktor genetik atau perkawinan campur, melainkan akibat Sindrom Waardenburg.

Meski judul buku secara eksplisit mengangkat kisah tersebut, Iggoy menegaskan bahwa isi buku menyajikan banyak cerita lain yang tak kalah menarik, disajikan dengan gaya penulisan jurnalistik yang sederhana, mudah dipahami, namun tetap menjaga esensi.

Iggoy mengaku puas dengan peluncuran buku ini karena menjadi bukti bahwa pewarta foto juga mampu menulis dan merangkai gagasan dalam bentuk karya tulis.

“Dengan menulis, pewarta foto bisa melahirkan gagasan dan pemikiran baru, di samping menciptakan karya-karya foto,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemampuan menulis membuat pewarta foto tidak hanya tampil di balik kamera, tetapi juga mampu menyuarakan kebenaran serta meningkatkan derajat profesi jurnalistik.

Peluncuran buku tersebut turut dirangkai dengan diskusi yang menghadirkan Syarif Abdullah dan Yose Hendra (Pemimpin Redaksi Langgam.id) sebagai pemateri, dengan Novia Herlina (Ketua AJI Padang) sebagai moderator.

Syarif Abdullah menyampaikan apresiasinya atas terbitnya buku karya pewarta foto Antara Sumbar tersebut. Menurutnya, kemampuan menulis menjadi kebutuhan penting di era konvergensi media.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Iggoy. Di tengah kesibukan sebagai pewarta foto, ia ma­sih sempat menulis hingga melahirkan sebuah buku,” katanya.

“Saya melihat buku ini memiliki karakter dan gaya yang menggambarkan dia seorang fotografer. Iggoy menggambarkan lebih detail, seolah-olah dia memotret suasana lewat kata-kata. Dia bisa mengawali sebuah paparan dari feature perjalanan itu dengan kata-kata menarik,”  ung­kap Syarif.

Peluncuran buku ini dihadiri puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, dan pegiat literasi. Bagi masyarakat yang i­ngin memiliki rekaman jejak jurnalistik tentang Minangkabau ini, pemesanan dapat dilakukan melalui Instagram @pustakasteva atau nomor kontak 085210991952.

Acara peluncuran dan diskusi buku itu dihadiri sejumlah jurnalis di Kota Padang, termasuk Sekretaris Definitif Kota Padang, Andree Algamar.

Setelah resmi diluncurkan, buku “Orang-orang Bermata Biru dari Minang­kabau dan Kisah-kisah Lain­nya” dapat diperoleh di Pustaka Steva, Padang Raya, Kurao Pagang, Kota Padang. Pemesanan juga dapat dilakukan melalui akun Instagram @pustakasteva atau nomor 0852-1099-1952.  (rel)