LIMAPULUH KOTA, METRO–Genderang transformasi resmi ditabuh di lingkup Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota. Zaimar Hakim, SH, sosok birokrat yang dikenal taktis, kini resmi memegang kendali penuh atas instansi “pelat merah” tersebut. Momentum ini ditandai dengan serah terima jabatan (Sertijab) dari Plt. Rahmadinol yang berlangsung khidmat pada Rabu (28/1).
Lahir dari rahim Inspektorat sebagai Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah Ahli Madya, Hakim membawa napas baru ke dalam tubuh BPBD. Tanpa membuang waktu, pria yang kini mengomandoi armada operasional BA 1075 C tersebut langsung tancap gas membedah cetak biru kebencanaan daerah.
Bertempat di ruang kerjanya, Jumat (30/1/2026), Hakim memaparkan visi besarnya. Fokus utamanya adalah mengeksekusi dua program unggulan 2026: Optimalisasi Pelayanan Rawan Bencana dan Modernisasi Infrastruktur Kesiapsiagaan. “Kita tidak boleh hanya menunggu bencana datang. BPBD harus bertransformasi menjadi lembaga yang proaktif, bukan sekadar reaktif,” tegas Hakim dengan nada optimistis.
Memahami kompleksitas geografis Limapuluh Kota, Hakim telah menyiapkan strategi “Tiga Pilar”: Sinergi Tanpa Batas dengan mempererat kohesi dengan TNI, Polri, PMI, hingga sinkronisasi vertikal ke tingkat Provinsi dan BNPB. Superioritas Komando, yaitu mempertegas posisi BPBD sebagai leading sector saat status Tanggap Darurat guna menjamin evakuasi yang cepat dan akurat. SOP Rigid dengan memastikan setiap langkah di lapangan berjalan presisi sesuai standar operasi yang baku.
Bagi suami dari Elinda Fitria ini, masyarakat adalah benteng pertahanan pertama. Ia berkomitmen merevitalisasi Kelompok Siaga Bencana (KSB) di setiap nagari melalui kerja sama strategis dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat. Tak berhenti di sana, ayah dari Ikrami Hakim (30), Zilfanela Hakim (28), dan Mahrunisa Fitria Hakim (17) ini juga membidik generasi Z dan Alpha sebagai agen mitigasi. “Edukasi bukan sekadar teori. Kami targetkan simulasi rutin minimal dua kali setahun di SD dan SLTP, diperkuat dengan video edukasi visual. Kita sedang membangun insting keselamatan pada generasi masa depan,” tambahnya.
Zaimar Hakim sadar betul akan “kerikil tajam” berupa keterbatasan anggaran dan SDM. Namun, bagi sang nahkoda baru, hambatan tersebut bukanlah alasan untuk jalan di tempat. Langkah berani pun diambil. Selain melakukan lobi anggaran ke tingkat pusat (BNPB), Hakim kini tengah menginisiasi Digitalisasi Sistem Informasi Bencana. Ini adalah sebuah lompatan teknologi untuk memastikan data kebencanaan dapat diakses secara real-time dan akurat. “Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat adalah kunci. Dengan peralatan yang memadai dan sistem informasi berbasis digital, Limapuluh Kota akan jauh lebih tangguh menghadapi segala kemungkinan,” pungkasnya menutup pembicaraan.(uus)






