BERITA UTAMA

Kota Payakumbuh Berhasil Meraih Tiga Penghargaan Nasional

5
×

Kota Payakumbuh Berhasil Meraih Tiga Penghargaan Nasional

Sebarkan artikel ini
UHC AWARDS— Wali Kota Payakumbuh, menerima penghargaan UHC Awards 2026, didampingi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh Defiyanna Sayodase.

KOTA PAYAKUMBUH ber­hasil menorehkan prestasi bergengsi di kanca nasional. Tidak tanggung-tanggung, ada tiga penghargaan diraih pada awal ta­hun 2026 ini. Hal itu se­ma­kin mem­buk­tikan komit­men Pemerintah Kota Payakumbuh dalam melayani masyarakatnya.

Tiga penghargaan yang diraih yaitu Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori Madya, diserahkan oleh Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar, yang diterima langsung Wali Kota Payakumbuh, dr.Zulmaeta, di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 27 Januari 2026.

Kemudian, Anugerah Upakarya Wanua Nugraha, dari Kementerian Da­lam Negeri (Kemendagri), yang diserahkan langsung Wakil Menteri Dalam Neg­eri, Bima Arya Sugiarto, dalam rangkaian kegiatan evaluasi perkembangan Desa dan Kelurahan, di Lapangan Desa Buti, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis 15 Januari 2026 lalu.

Terakhir, penghargaan Kelurahan Terbaik Nasional 2025, yang diserahkan Mendagri dalam penilaian kinerja pemerintahan desa dan kelurahan tahun 2025, dan diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bi­ma Arya Sugiarto pada ajang Pemdeskel Award Tingkat Nasional di Lapangan Desa Butuh, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, terus bertekad akan memberikan pelayanan yang merata dan berkeadilan kepada seluruh warga kota. Baik pelayanan dasar masyarakat, kesehatan maupun administrasi. Terkait kesehatan sudah 99,01 persen atau 148.348 jiwa warga Kota terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

“Penghargaan ini tentu menjadi motivasi bagi ka­mi untuk terus menjaga komitmen dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan ber­keadilan. Dan memastikan seluruh masyarakat terlin­du­ngi dalam program JKN,­” kata Wako Zulmaeta usai menerima penghargaan UHC Awards.

Zulmaeta menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperkuat dukungan terhadap implementasi Program JKN dan UHC melalui penguatan kebijakan, alokasi anggaran yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.

“Ke depan, kami berkomitmen meningkatkan capaian ini agar tetap berke­lanjutan. Dukungan APBD, sinergi dengan BPJS Kesehatan, serta peningkatan mutu layanan di fasilitas kesehatan akan terus kami perkuat demi menjamin hak kesehatan masya­ra­kat,” ujarnya.

Tingkat keaktifan kepesertaan tercatat sebesar 86,75 persen per 31 Desember 2025. Untuk mendukung capaian tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh mengalokasikan anggaran JKN pada tahun 2025 sebesar Rp20.174.023.800.

Adapun komposisi ke­pesertaan JKN di Kota Pa­ya­kumbuh meliputi PBI JK sebanyak 38.334 jiwa, PBPU Pemda 50.662 jiwa, Bukan Pekerja 5.571 jiwa, PBPU/Peserta Mandiri 15.394 jiwa, PPU Badan Usaha 14.550 jiwa, serta PPU Pegawai Negeri 23.837 jiwa.

Sementara itu, dua peng­hargaan masing-ma­sing Anugerah Upakarya Wanua Nugraha dan Kelurahan Terbaik Nasional 2025 yang diserahkan Kemendagri, disampaikan Wako Zulmaeta, bentuk keberhasilan membina pemerintahan kelurahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Anugerah Upakarya Wanua Nugraha diberikan ke­pada kepala daerah yang dinilai berhasil menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam praktik pembinaan pemerintahan desa dan kelurahan secara konsisten, terukur, dan berdampak.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bah­wa pembinaan kelurahan yang dilakukan pemerintah daerah berjalan sesuai arah kebijakan nasional.

“Penghargaan ini me­nunjukkan bahwa pembinaan kelurahan di Payakumbuh tidak hanya bersifat administratif, tetapi diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan,” kata Sekda Rida Ananda.

Ia menjelaskan pembinaan tersebut dilakukan melalui penguatan kapasitas aparatur, peningkatan standar layanan, serta mendorong inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan.

Menurut Rida, pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan telah mendorong kinerja kelurahan menjadi lebih responsif dan akuntabel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami terus mendorong agar kelurahan mampu memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Rida menambahkan im­plementasi pembinaan tersebut tercermin dari ditetapkannya Kelurahan Koto Tangah, sebagai Kelurahan Terbaik Nasional Tahun 2025 dalam penilaian kinerja pemerintahan desa dan kelurahan oleh Kemendagri.

“Penetapan Kelurahan Koto Tangah sebagai kelurahan terbaik nasional me­rupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan terukur,” ujar Rida.

Penilaian kinerja kelurahan, kata dia, mencakup aspek pemerintahan, kewi­la­yahan, dan kema­sya­rakatan, termasuk inovasi pelayanan publik, partisipasi masyarakat, serta kemampuan kelurahan dalam mengelola potensi wilayah.

“Penghargaan ini seharusnya menjadi pemantik motivasi bagi seluruh kelurahan di Payakumbuh untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik,” pinta Rida Ananda. (adv)