BERITA UTAMA

Kerja Sama Bilateral Padang–Hildesheim Jerman, Revitalisasi Batang Arau dan Pengadaan Trans Padang Berbasis Baterai Dibahas

5
×

Kerja Sama Bilateral Padang–Hildesheim Jerman, Revitalisasi Batang Arau dan Pengadaan Trans Padang Berbasis Baterai Dibahas

Sebarkan artikel ini
PERKUAT KERJA SAMA— Wali Kota Padang Fadly Amran, mengikuti rapat secara daring daring dengan Pemerintah Jerman, yang dipimpin Deputi Bidang PPI-TKNEK Kementerian Lingkungan Hidup, Ary Sudijanto, Rabu (28/1) siang, di Rumah Dinas Wali Kota Padang.

A.YANI, METROWali Kota Padang Fadly Amran mengikuti rapat secara virtual bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Ling­kungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia, dari Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (28/1).

Rapat dipimpin Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon (PPI-TKNEK) Kementerian Lingku­ngan Hidup, Ary Sudijanto. Rapat ini membahas kerjasama Pemko Padang dan Jerman terkait rencana revitalisasi Sungai Batang Arau sebagai bagian dari pengemba­ngan kawasan kota tua, serta pe­ngadaan angkutan massal Bus Trans Padang berbasis baterai.

Fadly Amran memaparkan bahwa berdasarkan rekomendasi strategis dari GIZ Jerman, revita­lisasi Sungai Batang Arau dapat dilakukan melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Lim­bah (IPAL) terpusat dengan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR).

Teknologi MBBR dikenal efisien dalam mengolah air limbah dengan memanfaatkan media plastik khusus (carrier) sebagai tempat tumbuh kembang bakteri pengurai polutan. Sistem perpipaan air limbah nantinya dirancang terpisah sepenuhnya dari jaringan drainase air hujan.

“Fasilitas ini dirancang untuk melayani sekitar 99.000 jiwa dengan kurang lebih 8.000 sambungan rumah. Teknologi MBBR dinilai mampu mengolah limbah domestik secara efektif dan ramah lingkungan,” ujar Fadly Amran.

Selain itu turut dibahas agenda pengurangan emisi dan penguatan transportasi publik, dengan Peme­rintah Kota Padang mengajukan pengadaan Bus Trans Padang berbasis baterai atau listrik.

Berdasarkan kajian GIS CINA, kebutuhan ideal armada Bus Trans Padang mencapai 32 unit untuk Koridor 1 dan 17 unit untuk Koridor 2. Hingga tahun 2026, Pemerintah Kota Padang telah mengo­perasikan 20 unit bus di Koridor 1 dan 12 unit di Koridor 2, sehingga masih terdapat kekurangan seba­nyak 17 unit bus.

“Pengadaan bus listrik ini bertujuan untuk me­ningkatkan kapasitas la­yanan, menekan biaya o­perasional jangka panjang, mengurangi ketergantu­ngan terhadap bahan bakar fosil, serta menurunkan emisi karbon di sektor transportasi,” jelasnya.

Fadly Amran berharap, proyek revitalisasi Sungai Batang Arau dan pengadaan bus listrik dapat terwujud, dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi Kota Padang, baik dari aspek kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun efisiensi transportasi.

“Sesuai dengan visi pembangunan Kota Padang, kita ingin menjadikan Padang sebagai kota pintar dan kota sehat. Oleh sebab itu, kami mengha­rapkan dukungan dari Pemerintah Pusat untuk bersama-sama mewujudkan proyek ini,” pungkas­nya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH RI Ary Sudijanto mendukung penuh upaya ini. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Hildesheim, Jerman, sejak tahun 1988.

“Kami berharap proyek revitalisasi Sungai Batang Arau dan pengadaan Bus Trans Padang  berbasis baterai dapat terwujud dan mampu memperkuat kua­litas lingkungan hidup se­kaligus meningkatkan pe­layanan kepada ma­sya­rakat di Kota Padang,” pungkasnya. (oza)