METRO PESISIR

Bupati Sebut Peresmian Huntara Bukan Akhir, Tapi Jembatan Menuju Huntap

2
×

Bupati Sebut Peresmian Huntara Bukan Akhir, Tapi Jembatan Menuju Huntap

Sebarkan artikel ini
ARAHAN—Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis didampingi Sekretaris Daerah Rudy Repenaldi Rilis, berikan arahan saat rapat koordinasi pembahasan data rumah rusak akibat bencana alam.

PDG.PARIAMAN, METRO–Pascaperesmian hunian sementara (Huntara), Pemerintah Kabupaten Padangpariaman kini mem­fokuskan langkah pada percepatan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana alam.

Komitmen tersebut di­tegaskan langsung oleh Bupati Padangpariaman, John Kenedy Azis, dalam rapat koordinasi pemba­hasan data rumah rusak akibat bencana alam, kemarin.

Rapat strategis ini di­pimpin langsung oleh Bupati dan dihadiri Sekreta­ris Da­erah Rudy Repenaldi Rilis, para Kepala OPD, Kepala Bagian, serta seluruh Camat se-Kabupaten Padangpariaman. Fokus utama rapat adalah memastikan validitas data kerusakan rumah sebagai dasar penentuan kebijakan lanjutan, khususnya pembangunan Huntap.

Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa setelah fase darurat dan penyediaan Huntara, pemerintah daerah kini memasuki fase krusial pemulihan permanen. Ia menekankan bahwa seluruh pro­ses harus berjalan tepat sasaran, transparan, dan berorientasi pada pemulihan kehidupan ma­sya­ra­kat secara utuh.

“Peresmian Huntara bukan akhir, tapi jembatan menuju Huntap. Tugas kita sekarang adalah memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian tetap yang layak, aman, dan berkelanjutan,” tegas Bupati.

Berdasarkan hasil validasi dan verifikasi terbaru, tercatat 1.401 unit rumah terdampak bencana, de­ngan rincian 499 unit rusak ringan, 110 unit rusak sedang, dan 812 unit rusak berat. Dari rumah rusak berat tersebut, 76 unit ha­nyut, dan 281 unit harus direlokasi.

Lebih lanjut dijelaskan, dari 675 unit rumah rusak berat, sebanyak 74 unit telah menempati Huntara, sementara sisanya menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan selama enam bulan. Bupati menegaskan bahwa penerima Huntara tidak menerima DTH dan sebaliknya, namun seluruh warga terdampak dipastikan tetap mendapatkan Huntap.

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Bupati juga menekankan pentingnya pemulihan ekonomi warga pascabencana. Pemerintah daerah akan mem­bantu masyarakat yang kehilangan mata pencaharian melalui penyediaan peralatan dan sarana usaha sesuai profesi, seperti peralatan bengkel bagi montir, bantuan ternak ayam atau itik, serta dukungan usaha produktif lainnya.

Untuk mendukung ke­lancaran program, Bupati meminta pemerintah kecamatan hingga nagari agar aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada ma­syarakat terkait seluruh skema penanganan pascabencana, mulai dari Huntara, DTH, hingga Huntap. “Ini adalah hak ma­sya­rakat. Maka semua pihak harus bekerja maksimal, satu data, satu arah, dan satu tujuan, demi pemulihan Padang Pariaman yang lebih baik,” ujar Bupati.

Bupati John Kenedy Azis menutup rapat dengan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan terus bekerja keras, optimistis, dan konsisten agar pembangunan hunian te­tap dapat segera direa­lisasikan, sehingga ma­syarakat terdampak bencana dapat kembali hidup layak, aman, dan bermar­tabat. (efa)