AGAM, METRO–Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, SE, M.Com, menerima kunjungan silaturahmi pengurus Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Kapau di ruang kerjanya, Selasa (27/1). Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan sekaligus membahas kondisi terkini pondok pesantren pasca musibah kebakaran yang terjadi pada tahun 2020 lalu.
Pimpinan Pondok Pesantren MTI Kapau, Ilham Afriadi, menyampaikan bahwa hingga saat ini aktivitas pendidikan di pondok pesantren masih terdampak cukup signifikan akibat peristiwa tersebut. Selain proses belajar mengajar, tempat tinggal para santri juga belum sepenuhnya pulih.
“Kunjungan ini bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan perkembangan terbaru pondok pesantren setelah kebakaran beberapa tahun lalu, termasuk rencana pembangunan kembali gedung yang terdampak,” ungkap Ilham.
Ia menjelaskan, akibat belum rampungnya pembangunan, para santri terpaksa menjalani kegiatan belajar dan tinggal dengan menumpang di rumah-rumah warga sekitar lokasi pondok pesantren. Meski demikian, upaya pembangunan kembali telah mulai dilakukan secara bertahap melalui swadaya masyarakat.
“Saat ini pembangunan baru sampai pada tahap pengerjaan pondasi. Semua dilakukan dengan gotong royong dan dukungan masyarakat,” jelasnya.
Saat ini, Pondok Pesantren MTI Kapau tercatat menampung lebih dari 300 orang santri yang tetap berkomitmen menjalani pendidikan keagamaan meski dengan keterbatasan sarana.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal mengapresiasi semangat kebersamaan dan kegotongroyongan pengurus serta masyarakat dalam membangun kembali pondok pesantren tersebut.
“Terkait pembangunan ulang Pondok Pesantren MTI Kapau, kami dari Pemerintah Kabupaten Agam akan berupaya bersama-sama mencari sumber pendanaan agar pembangunan ini dapat segera diselesaikan,” ujar Iqbal.
Ia juga menegaskan bahwa MTI Kapau memiliki nilai historis yang sangat penting bagi Kabupaten Agam, sebagai salah satu pondok pesantren tertua yang telah banyak melahirkan kontribusi besar di bidang pendidikan keagamaan.
“MTI Kapau bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi bagian dari sejarah dan peradaban pendidikan Islam di daerah ini. Sudah sepatutnya kita memberikan perhatian bersama agar pondok pesantren ini dapat kembali berfungsi secara optimal,” tegasnya. (pry)






