METRO SUMBAR

Fauzi Bahar Dt. Sati Kukuhkan Pengurus LKAAM Pessel Periode 2025 – 2030

2
×

Fauzi Bahar Dt. Sati Kukuhkan Pengurus LKAAM Pessel Periode 2025 – 2030

Sebarkan artikel ini
PENGUKUHAN LANTIK— Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Dt. Sati, saat melantik dan mengukuhkan LKAAM Pessel Periode 2025-2030, Selasa (27/1).

PESSEL, METRO–Ketua LKAAM Sumbar Prof. Dr. H. Fauzi Bahar Dt. Sati melaksanakan pelantikan dan pengukuhan pengurus LKAAM Pesisir Selatan periode 2025 –  2030 , Selasa (27/1) di Gedung PCC Pemkab Pesisir Selatan.  Hadir juga dalam acara tersebut Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim, Sekdakab Pesssl, Kepala OPD.  Komitmen bersama ditunjukan penggurus LKAAM Kabupaten Pesisir Selatan, saat diambil sumpa janji dihadapan Ketua LKAAM Sumbar Prof. Dr. H. Fauzi Bahar Dt. Sati, disaksikan Bupati Pessel Hendrajoni, Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim, Kepala OPD, Sekda dan LKAAM Kecamatan Se – Kabupaten Pessel. Serta penggurus LKAAM Sumatera Barat.

Disampaikan Syafrizal Ucok, waktu yang cukup panjang di pergunakan untuk penyusunan penyempurnaan kepenggurusan LKAAM Kabupaten Pesisir Selatan.  Atas hal tersebut, LKAAM Kabupaten Pessel periode 2025 – 2030 telah melibatkan beberapa Raja Adat di Kabupaten Pesisir Selatan.  Yaitu, Raja Adat Kambang, Amping Parak, Lakitan, dan Air Haji. Serta penggurus LKAAM Kecamatan Se – Kabupaten Pesisir Selatan. “Tugas berat menanti didepan mata,  sesuai dengan UU No. 17 Tahun 2022 dan UU No. 1 Tahun 2023 untuk Sumbar,” tegasnya.

Sementara itu dalam kata sambutanya, Ketua LKAAM Provinsi Sumatera Barat Prof. Dr. Fauzi Bahar, M. Si Datuak Sakti mengucapkan selamat atas telah dikuhkukanya kepenggurusan LKAAM Kabupaten Pessel periode 2025  – 2035. Apresiasi dan ucapan terima kasih pada Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan telah mendukung.

Prof. Dr. Fauzi Bahar, M. Si Datuak Sakti menyampaikan,  Kabupaten Pesisir Selatan adalah pintu gerbang,  banyak adat budaya yang.ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Salah satunnya budaya silat. Begitu juga ssjarah kerajaan Inderapurah.  “Keberadaan LKAAM harus mampu men­jadi bagian penting dalam mendukung program kerja yang ada di daerah. LKAAM adalah mitra strategis, “ ujanya.

Lebih lanjut, LKAAM yang ada di Kabupaten / Kota di Sumatera Barat telah sepakat tidak ada tanah ulayat di lepaskan, tanah ulayat telah berubah menjadi HGU dan HTI, bagaimana tanah ulayat ini kem­bali ke nagari, untuk kebaikan bersama. Dan sangat penting keberadaan Hukum Pidana Adat.

Di hadapan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Ketua LKAAM Provinsi Su­ma­tera Barat Prof. Dr. Fauzi Bahar, M. Si Datuak Sakti menyampaikan agar kedepan dalam pelaksanaan pemilihan walinagari bisa dipiliih oleh Kerapatan Adat Nagari. Ini agar marwah Kerapatan Adat Nagari bisa terpandang. Dan seni budaya dan adat istiadat yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan agar terus dijaga, serta dilestarikan.

Terakhir dalam sambutanya, Fauzi Bahar mengajak pada undangan yang hadir untuk berdoa bersama agar musibah terjadi di Indonesia bisa cepat kembali pulih.

Bupati Pesisir Selatan H.Hendrajoni Datuk Ban­deo Basau menyampaikan harapan besar pada penggurus LKAAM Kabupaten Pesisir Selatan baru dilantik, agar sumpah janji yang telah disampaikan dan diucapkan benar – benar dilaksanakan sebaik – baiknya. Dan tidak disalah gu­nakan. Penggurus LKAAM Kabupaten Pesisir Selatan, harus benar – benar menjaga amanah, dan jangan disia – siakan.  “Sa­ya berha­rap pada Pengurus LKAAM Pessel bisa me­nye­­lesaikan permasalahan yang terjadi di KAN. Menjadi contoh, teladan dan pa­nutan anak kemenakan,” sampai Bupati Hendrajoni. Selain melantik penggurus LKAAM Kabupaten Pessel, juga dikuhkukan dewan pertimbangan LKAAM Ka­bu­paten Pessel dan Dewan­ Peyantun LKAAM Kabupaten Pessel.  Dan, acara di­lanjutkan sosialisasi men­jaga tanah ulayat dan me­nguatkan hukum pidana adat. (rio)