AGAM/BUKITTINGGI

Antusias Warga Tinggi, PMI Tambah Personel Kesehatan di Malalak

2
×

Antusias Warga Tinggi, PMI Tambah Personel Kesehatan di Malalak

Sebarkan artikel ini
PENDATAAN— Petugas melakukan pendataan warga sebelum memberikan layanan kesehatan gratis di Kabupaten Agam, Selasa (27/1).

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mendapat tambahan dukungan tenaga kesehatan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten untuk mempercepat pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Kepala Markas PMI Kota Bukittinggi, Ahmad Jais, mengatakan bantuan tersebut berupa pengiriman tim layanan kesehatan PMI Banten yang mulai bergabung dalam penanganan di Kabupaten Agam.

“Hari ini PMI Bukittinggi men­dapat bantuan dan dukungan dari tim layanan kesehatan PMI Banten,” ujar Ahmad Jais saat ditemui di Kabupaten Agam, Selasa (27/1).

Ia menjelaskan, sebanyak lima personel PMI Banten akan bekerja bersama PMI setempat serta relawan dari Universitas Borobudur selama dua hari di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.

Kehadiran tambahan personel ini diharapkan mampu mempercepat layanan kesehatan gratis bagi para penyintas banjir bandang dan tanah longsor. Pada hari pertama pelaksanaan layanan kesehatan, Selasa (27/1/2026), antusiasme masyarakat tercatat sangat tinggi, sementara jumlah tenaga medis masih terbatas.

“Penambahan personel ini juga sebagai antisipasi agar antrean tidak terlalu panjang. Pada hari pertama saja, kami melayani hampir 100 orang,” sebutnya.

Selain fokus pada layanan kesehatan, Ahmad Jais menyampaikan bahwa tambahan personel tersebut juga mendukung aksi sosial PMI lainnya, yakni membantu membersihkan rumah-rumah warga yang terdampak material banjir bandang dan longsor.

“Jadi, selain memberikan layanan kesehatan gratis, PMI juga terlibat langsung dalam membersihkan rumah-rumah warga,” katanya.

Ia menargetkan satu rumah warga di Jorong Toboh yang masih tertimbun lumpur setinggi sekitar 1,5 meter dapat diselesaikan pembersihannya pada hari ini, sehingga pemilik rumah bisa kembali menempatinya setelah hampir dua bulan pascabencana.

“Secara keseluruhan, PMI menargetkan 31 rumah warga dapat dibersihkan sebelum 31 Januari 2026,” ujarnya. (pry)