TANAHDATAR, METRO—Tabrakan beruntun yang menimbulkan korban jiwa kembali terjadi di kawasan Pendakian Panyalaian, depan Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar. Kali ini, truk trailer roda 18 bermuatan pupuk mengalami rem blong jadi pemicunya.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin pagi (26/1) sekitar pukul 08.45 WIB. Truk trailer bernomor polisi BK 9634 XA melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Bukittinggi menuju Padangpanjang dan tidak terkendali.
Truk trailer tersebut menabrak truk boks, pengendara sepeda motor, warung hingga terbalik di depan rumah warga. Akibatnya, lima orang tewas di lokasi kejadian dan empat orang mengalami luka parah hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Selain korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan berat pada truk tailer, truk boks, tiga sepeda motor, serta beberapa bangunan warung milik warga. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Akibat posisi truk yang melintang di badan jalan, arus lalu lintas di kawasan Pendakian Panyalaian sempat terganggu. Bahkan, petugas Kepolisian sempat menutup akses jalan selama proses evakuasi para korban.
Kapolres Padangpanjang, AKBP Wisnu Hadi, membenarkan adanya kecelakaan beruntun tersebut. Menurutnya, truk trailer bernomor polisi BK 9634 XA mengalami rem blong lalu menyenggol sebuah mobil truk boks dengan nomor polisi BA 8089 NU.
“Truk box tersebut terguling dan menabrak pengendara motor Supra BA 6368 NB hingga tewas di tempat. Selain itu, truk juga menabrak motor Vario yang mengakibatkan pengendara meninggal dunia. Jadi, pengendara motor meninggal ada dua,” kata AKBP Wisnu.
Setelah menabrak motor, ungkap AKBP Wisnu, truk kontainer terus melaju dan menghantam sebuah warung di pinggir jalan. Dua orang yang berada di dalam warung ikut menjadi korban jiwa.
“Mobil tidak terkendali sehingga membanting ke kiri mengenai warung, menabrak dua orang masyarakat, dan keduanya meninggal dunia. Truk trailer kemudian terbalik di depan rumah warga, dan pengemudinya ditemukan meninggal dunia. Total korban jiwa adalah lima orang yang meninggal dunia dan empat orang luka-luka. Semua korban dibawa ke Rumah Sakit Yarsi dan RSUD Padang Panjang,” jelas AKBP Wisnu.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Padangpanjang, AKP Pifzen Finot, mengatakan arus lalu lintas sempat ditutup total untuk mempercepat proses evakuasi korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan.
“Setelah evakuasi selesai, kami memberlakukan sistem buka tutup jalan selama beberapa jam untuk mengurai kemacetan panjang. Sekitar pukul 15.00 WIB, arus lalu lintas sudah kembali lancar dan normal dua arah,” kata AKP Pifzen.
AKP Pifzen menambahkan, berdasarkan hasil olah TKP, peristiwa bermula dari satu unit truk trailer yang diduga mengalami rem blong saat melaju dari arah Bukittinggi menuju Padangpanjang. Truk trailer bernomor polisi BK 9634 XA yang dikemudikan Bandes H.T Sihaloho (37), warga Medan, menabrak bagian belakang truk box BA 8089 NU yang dikemudikan Zulfia (40), warga Palupuh.
“Benturan tersebut kemudian membuat truk box menabrak sepeda motor Honda Vario BA 6624 LAD yang dikendarai Yan Rahmad Fajri (32) dengan penumpang Elfi Febriyanti (42). Rangkaian tabrakan berlanjut hingga menghantam pangkalan ojek di tepi jalan, yang saat itu terdapat pejalan kaki Dian Febri (35) serta dua sepeda motor yang sedang terparkir. Truk box kemudian terbalik di sisi kiri jalan,” tambahnya.
Sementara itu, kata AKP Pifzen, truk trailer yang masih melaju tidak terkendali kembali menabrak dua pejalan kaki, Jefrizal (37) dan Alfizar (51), yang berada di sebuah warung di sisi kiri jalan. Truk trailer akhirnya berhenti setelah menghantam warung milik warga bernama Aris dan terbalik di pekarangan rumah warga.
“Kelima korban meninggal dunia masing-masing adalah Bandes H.T Sihaloho (37) yang merupakan pengemudi truk trailer, Yan Rahmad Fajri (32) pengendara sepeda motor, Dian Febri (35), Alfizar (51) dan Jefrizal (37) yang merupakan pejalan kaki,” tutur dia.
Sementara korban luka-luka, ungkap AKP Fifzen, terdiri dari Zulfia (40) pengemudi truk box, Bujang (75) pemilik warung di lokasi kejadian, Elfi Febriyanti (42) penumpang sepeda motor dan Agustiawarman (39) selaku kernet truk trailer.
“Kecelakaan melibatkan tiga unit sepeda motor, satu unit kendaraan roda enam, dan satu unit kendaraan roda 18. Kami mengimbau kepada para pengguna jalan yang melintas di jalur Padangpanjang–Tanahdatar agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi kawasan pendakian dan tikungan tajam yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas,” tutupnya. (*)






