PADANG, METRO—Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Jati Adabiah, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Senin siang (26/1). Beruntung, musibah itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun, tiga unit rumah dan satu bangunan warung makan ludes dilalap si jago merah. Pada saat kebakaran terjadi, warga sekitar sempat dibuat panik lantaran bangunan rumah di kawasan itu sangat padat dan berdekatan.
Puluhan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan lima unit armada dikerahkan ke lokasi. Petugas sempat kewalahan karena armada tidak bisa menuju titik kebakaran. Petugas Damkar terpaksa melakukan penyambungan selang agar air bisa disemprotkan ke titik api.
Setelah satu jam lebih berjibaku, api yang membakar empat bangunan itu berhasil dipadamkan. Hanya saja perabotan maupun harta benda yang ada di dalam bangunan sudah hangus terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Budi Payan menjelaskan, pihaknya mengirim lima unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 75 personil untuk memadamkan api.
“Kami mendapat laporan sekitar pukul 12.51 WIB dan tiba di lokasi sekitar tiga menit kemudian, atau pukul 12.54 WIB. Lima unit kendaraan dan 75 personil yang kita kirim untuk memadamkan api,” kata Budi Payan kepada wartawan, Senin (26/1).
Peristiwa tersebut, kata Budi Payan, menghanguskan tiga unit rumah warga dan satu unit Rumah Makan Ampera, termasuk rumah milik seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang berada di pinggir jalan utama dengan lalu lintas padat.
“Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang saksi melihat api muncul dari salah satu rumah warga. Api kemudian cepat membesar dan mengancam bangunan lain di sekitarnya yang berdiri rapat di kawasan tersebut,” tutur dia.
Budi payan menambahkan, lokasi kebakaran berjarak sekitar 1,3 kilometer dari markas pemadam kebakaran. Kondisi lingkungan yang berada di jalan utama, dikelilingi permukiman padat, serta aktivitas lalu lintas yang ramai menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
“Sebanyak lima armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, didukung 75 personel dari Dinas Damkar Kota Padang. Petugas berjibaku menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan lain yang berada sangat dekat dengan titik kebakaran,” tegas dia.
Menurut Budi Payan, upaya pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu jam. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 13.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, empat petak bangunan dengan luas terbakar mencapai sekitar 750 meter persegi mengalami kerusakan.
“Rinciannya, dua rumah dan satu warung makan mengalami rusak berat, sementara satu unit rumah lainnya turut terdampak. Adapun pemilik bangunan yang terdampak antara lain Jusmardiati (59), pemilik Rumah Makan Ampera Azzahra dan rumah panggung, Jasmanel (60) seorang PNS, serta Dasril Dahlan (73), pensiunan,” jelas dia.
Selain itu, kata Budi Payan, kebakaran ini berdampak pada 10 orang dari 4 kepala keluarga. Meski demikian, tidak ada warga yang harus mengungsi. Dinas Damkar memastikan tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Nilai kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Namun, berkat respons cepat petugas, aset senilai sekitar Rp 2 miliar berhasil diselamatkan. Sebanyak tujuh bangunan rumah dan toko dengan potensi area terdampak seluas 1.500 meter persegi juga berhasil diamankan dari ancaman api,” kata Budi Payan.
Hingga saat ini, ungkap Budi Payan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas telah melakukan pendataan di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengungkap sumber api.
“Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan padat penduduk dan pertokoan di pinggir jalan utama, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran serta segera melaporkan kejadian darurat melalui Padang Sigap 112,” pungkasnya. (*)






