METRO PADANG

209 Huntap di Balai Gadang Mulai Dibangun, 11 Korban Banjir Bandang di Batu Busuk Terima Kunci Hunsela

7
×

209 Huntap di Balai Gadang Mulai Dibangun, 11 Korban Banjir Bandang di Batu Busuk Terima Kunci Hunsela

Sebarkan artikel ini
PENYERAHAN KUNCI— Wali Kota Padang, Fadly Amran menyerahkan kunci Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) di Kampung Talang Pangka, Jembatan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Senin (26/1).

BALAI GADANG, METROPemerintah Kota Padang mulai membangun hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang akhir November 2025 di Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Senin (26/1).

Huntap tersebut dibangun di atas lahan milik Pemko Padang di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka Balai Gadang dan diperuntukkan bagi warga yang saat ini menempati hunian sementara serta Rusunawa Lubuk Buaya.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Padang, Dido Aryadi, mengatakan pembangunan huntap merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada warga terdampak banjir bandang.

Langkah relokasi ini diambil pemerintah daerah sebagai solusi jangka panjang untuk memindahkan warga dari zona rawan bencana ke lokasi yang le­bih aman. Pembangunan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang dengan Yayasan Buddha Tzu Chi.

“Pembangunan huntap ini adalah bukti kehadiran pemerintah dalam memulihkan kehidupan warga pascabencana. Harapan kami tentunya korban banjir mendapatkan tempat yang layak di sini,” ujar Didi Aryadi.

Didi menegaskan bahwa pemilihan lokasi di Bumi Perkemahan Pramuka, Ba­lai Gadang, tidak dilakukan sembarangan. Lahan milik Pemko tersebut telah melalui kajian geologis yang mendalam untuk memastikan keselamatan penghuninya di masa depan.

“Lokasi dibangunnya huntap ini telah melewati verifikasi Badan Geologi Nasional. Kondisi tanah terbilang layak dan aman dari gempa. Termasuk a­man dari tsunami karena berada di ketinggian,” tam­bahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, me­maparkan detail teknis hunian yang akan dibangun. Di atas lahan seluas 2,9 hektare tersebut, akan berdiri sebanyak 209 unit rumah bagi warga yang saat ini masih bertahan di hunian sementara dan Rusunawa Lubuk Buaya.

Tri menjelaskan bahwa rumah yang dibangun a­dalah tipe 36 dengan luas tanah masing-masing 78 meter persegi. Desain bangunan dirancang dengan model kopel untuk efisiensi lahan namun tetap memperhatikan privasi penghuni.

“Konsep bangunan kopel, dua jadi satu. Jarak antar rumah satu meter,” terang Tri Hadiyanto memberikan rincian teknis.

Pembangunan fisik hun­tap ini dilaksanakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi mulai Senin ini. Perwakilan pekerja sosial yayasan tersebut, Kahar, memastikan bahwa kualitas bangunan akan me­ngikuti standar rumah la­yak huni dan sehat.

Struktur bangunan akan menggunakan material yang tahan lama, se­perti dinding bata merah, atap seng, dan rangka baja ringan yang dikenal lebih fleksibel terhadap gunca­ngan gempa.

“Bangunan huntap itu nantinya sesuai standar Rumah Sederhana. Nanti akan ada dua kamar dan satu kamar mandi serta dapur,” jelas Kahar.

Selain struktur bangu­nan utama, Kahar menambahkan bahwa fasilitas pendukung vital juga langsung disiapkan. Setiap unit rumah akan dilengkapi dengan jaringan utilitas dasar sehingga warga tidak perlu repot saat pindah nanti. “Rumah sederhana itu juga memiliki instalasi listrik dalam ruangan dan instalasi air bersih,” pungkasnya.

Kunci Rumah Hunsela Diserahkan

Sementara itu, kema­rin, Wali Kota Padang, Fadly Amran menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat masa transisi pemulihan bagi warga terdampak bencana.

Hal ini disampaikannya saat memimpin penyerahan kunci Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) di Kampung Talang Pangka, Jembatan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Senin (26/1).

Sebanyak 11 unit rumah Hunsela dibangun di atas lahan seluas 1.800 meter persegi untuk korban banjir bandang Pangka Jembatan Batu Busuk RT 03 RW 04 Kaum Suku Tanjuang.

Fadly Amran menekankan bahwa penyediaan hunian ini merupakan langkah krusial untuk memastikan warga tidak hanya memiliki tempat bernaung, tetapi juga mendapatkan standar hidup yang sehat dan ma­nusiawi pascamasa tanggap darurat.

“Hunian sementara ini adalah jembatan menuju pemulihan total. Fokus kita bukan sekadar memba­ngun fisik bangunan, tetapi bagaimana menjamin keberlanjutan hidup dan mata pencaharian warga di lingkungan yang lebih aman,” katanya.

Lebih lanjut, Fadly Amran menjabarkan visi jangka panjang terkait penataan kawasan tersebut. Menurutnya, pembangu­nan infrastruktur rumah harus dibarengi dengan perencanaan kawasan yang produktif guna membangkitkan kembali eko­nomi masyarakat setempat.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemko Padang tengah bergerak cepat dalam berkoordinasi de­ngan pemerintah pusat dan provinsi untuk merealisasikan pembangunan Hunian Tetap (Huntap).

“Kami sangat serius menangani pasca-bencana ini. Selain menyiapkan Huntap di beberapa titik, kami juga memprioritaskan penanganan aliran sungai untuk memitigasi risiko agar bencana serupa tidak terulang kembali di masa depan,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi kuat dari berbagai elemen, mulai dari akademisi Universitas Andalas, para donatur, hingga personel TNI dan Polri yang telah bahu-membahu mendukung kebijakan pemerintah dalam melindu­ngi warga terdampak.

Melalui langkah ini, Fadly Amran berharap war­ga Kampung Talang Pangka dapat segera me­mulai hidup baru dengan lebih stabil dan aman, sementara proses pemba­ngunan infrastruktur permanen terus dipacu pemerintah.  (oza)