METRO SUMBAR

Gercep Tangani Dampak Bencana, Bupati Welly Resmikan “Bailey” Siap Kembali Pacu Ekonomi Warga

2
×

Gercep Tangani Dampak Bencana, Bupati Welly Resmikan “Bailey” Siap Kembali Pacu Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini
PERESMIAN JEMBATAN— Bupati Pasaman Welly Suhery meresmikan jembatan Bailey Sungai Lasi di Jorong Kampung Tongah, Nagari Muaro Tais, Kecamatan Mapat Tunggul.

PASAMAN, METRO–Gerak cepat (Gercep) Bupati Pasaman Welly Suhery dalam mengkoordinasikan upaya pemulihan sejumlah dampak akibat Bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur vital di Pasaman terus dikebut.  Salah satunya, perbaikan jembatan yang rusak akibat bencana kini siap dipakai kembali. Kurang lebih hanya beberapa minggu pe­res­mian pemakaian Jembatan Bailey Sungai Lasi di Jorong Kampung Tongah, Nagari Muaro Tais, Kecamatan Mapat Tunggul siap operasi kembali.

“Alhamdulillah jemba­tan ini selesai, kembali dapat menghubungkan aktivitas masyarakat yang sempat terhenti, sekaligus mem­buka akses pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan pere­ko­nomian warga,” ungkap Bupati Pasaman Welly Suhery saat acara peresmian, Minggu (25/1).

Dikatakan Bupati Welly,­ kecepatan respons dan kekuatan kolaborasi menjadi kunci utama. Terbangunnya jembatan ini merupakan bukti nyata sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, TNI, dunia usaha, serta dukungan ma­syara­kat, sebagai wujud hadirnya negara di tengah ma­sya­rakat. “Peresmian pe­ma­kaian Jembatan Bai­ley Su­ngai Lasi di Jorong Kam­pung Tonggah Mapat Tunggul ini menandai pulihnya kembali akses transportasi vital bagi masya­ra­kat setempat setelah melalui proses pembangunan intensif,” jelas Welly.

Dikatakan Welly, bahwa jembatan bailey ini memiliki bentang panjang 30 meter dengan lebar 5,5 meter. Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian PUPR, BNPB dan Pemerintah Kabupaten Pasaman dengan dukungan pe­nuh personil TNI dalam proses pengerjaannya. “Se­­lu­ruh tahapan, mulai dari survei lokasi, perencanaan teknis, pendistribusian material, hingga pemasangan akhir 100 persen dalam waktu kurang lebih satu bulan,” tambahnya.

Disampaikan juga bahwa teknis pemasangan di lapangan dilakukan oleh personil dari Yonzipur 2 Samara Grawira Kodam II/Sriwijaya dan Yonif 131/Braja Sakti, yang bekerja siang dan malam meski di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Bupati Welly menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Bupati secara khusus memberikan penghargaan kepada para komandan dan pasukan TNI yang telah bekerja keras memastikan jembatan terpasang dengan sempurna.

Bupati menilai kehadiran jembatan ini adalah jawaban atas penantian panjang masyarakat Muaro Tais untuk mendapatkan kembali akses mobilitas yang aman.

Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ini tidak lepas dari atensi Gubernur Sumatera Barat, BNPB, serta dukungan seluruh lapi­san masyarakat Mapat Tung­gul. “Jembatan ini adalah urat nadi perekonomian dan sosial warga. Kami meminta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan memelihara infrastruktur ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata Bupati.

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Sumbar, Tenaga Ahli BNPB Dra. Eni Supartini, MM, Forkopimda, Se­kre­­taris Daerah, Kepala OPD, serta tokoh masya­ra­kat dan Niniak Mamak se-Kecamatan Mapat Tunggul. (ped/rel)