METRO SUMBAR

KPPPA Motivasi Anak Tersandung Kasus Hukum di LPKA Tanjung Pati

0
×

KPPPA Motivasi Anak Tersandung Kasus Hukum di LPKA Tanjung Pati

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, METRO – Asisten Deputi Perlindungan Anak Berhadapan Dengan Hukum dan Stigmatisi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia, Hasan Memotivasi dan mengingatkan puluhan Anak Berhadapan Dengan Hukum/ABH atau warga binaan di LPKA Tanjung Pati khusus anak-anak untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu sehingga mereka harus menjalani pembinaan di LPKA khusus Perempuan dan Anak di Sumatera Barat itu.
Selain itu, Hasan yang juga didampingi Kabid Perlindungan Anak Korban Stigmatisi dan Jaringan Terorisme, Gina Prasarana mengajak puluhan ABH yang sengaja dikumpulkan di Aula LPKA di Kawasan Tanjung Pati Kabupaten Limapuluh Kota Pada Jumat (3/5) untuk merubah diri dan selalu berdoa agar bisa merubah nasib dan diri kedepannya. Hal tersebut diungkapkan Hasan dihadapan puluhan ABH dan pegawai LPKA Tanjung Pati.
Selain itu, Hasan juga Menyerahkan Bantuan Kepada Lembaga Pembinaan Khusus Anak/LPKA Klas II Tanjung Pati (Dulu bernama Lapas Perempuan dan Anak), penyerahan bantuan berupa Alat Cukur, Alat Sablon, Komputer diterima Kepala LPKA Agus Rahmatamin diwakili Kasi Pembinaan LPKA, Masri Fabrar didampingi Kasubsi Pendidikan dan Bimbingan Kemasyarakatan, Misno serta Kasi Registrasi yang diwakili Herman.
”Mari ubah diri dan nasib hidup kita, teruslah berdoa dan minta orang tua agar terus mendoakan agar kita bisa lebih baik kedepannya. Kami berharap anak-anak kami yang menjadi warga Binaan disini untuk tidak lagi kembali ke sini karena tersandung permasalahan hukum,” ujarnya.
Ia juga berharap bantuan yang diberikan KPPPA dapat bermanfaat dan dipergunakan sebaik mungkin, sehingga nantinya warga binaan yang telah selesai menjalani pembinaan (hukuman) memiliki keahlian atau skill yang dapat dipergunakan sebagai bekal hidup.
Sementara Kepala LPKA Tanjung Pati melalui Masri Fabrar mengatakan bantuan yang diberikan akan dipergunakan sebaik mungkin sehingga warga binaan khusus anak memiliki ketempilan setelah mereka keluar dari LPKA.
”Bantuan ini akan langsung kami manfaatkan untuk memberikan bekal ketrampilan bagi warga binaan kami. Dalam waktu dekat akan segera dilakukan pelatihan memotong rambut,” tuturnya.
Ia juga mengatakan, saat ini jumlah warga binaan di LPKA Tanjung Pati sekitar 130 orang, 50 orang diantarannya adalah anak-anak. Mereka dominan tersandung kasus asusila dan pencurian. (us)